KEDIRI - Ratusan warga memadati Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, untuk mengikuti tradisi Larung Sembonyo yang digelar setiap bulan Suro. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah aksi berebut tumpeng raksasa berisi aneka hasil bumi yang diyakini membawa berkah.
Tradisi diawali dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh desa. Tak lama berselang, warga langsung menyerbu tumpeng berisi sayuran dan buah-buahan. Suasana sempat diwarnai aksi saling dorong demi mendapatkan hasil bumi yang dipercaya membawa keberuntungan dan rezeki.
Larung Sembonyo merupakan tradisi tahunan yang telah lama dilestarikan masyarakat nelayan Pantai Popoh. Setelah prosesi doa, sesaji dilarung ke tengah laut menggunakan perahu nelayan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki hasil laut sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam.
Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Popoh, Muhamad Sadat, mengatakan tradisi tersebut bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Baca Juga : Rebutan Tumpeng Raksasa Warnai Larung Sembonyo di Pantai Popoh , Nelayan Berdoa Hasil Laut Melimpah
"Larung Sembonyo merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang kami peroleh. Kami juga berharap tradisi ini terus lestari dan hasil tangkapan ikan kembali meningkat," ujarnya.
Menurut Sadat, dalam dua tahun terakhir hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan. Karena itu, melalui pelaksanaan Larung Sembonyo, para nelayan berharap musim penangkapan berikutnya membawa hasil yang lebih melimpah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi pelestarian tradisi tersebut. Menurutnya, Larung Sembonyo tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.
Baca Juga : Kabut, Doa, dan Keberanian di Kawah Bromo Warnai Kisah Yadnya Kasada 1948 Saka
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan semangat baru bagi para nelayan sekaligus meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Popoh.
Saat ini, sekitar 200 nelayan menggantungkan hidupnya di kawasan Pantai Popoh. Selain melaut, sebagian masyarakat Desa Besole juga mengembangkan sektor pertanian di kawasan perbukitan sebagai sumber penghasilan tambahan. Tradisi Larung Sembonyo pun menjadi momentum yang menyatukan kehidupan masyarakat pesisir dan petani dalam satu wujud syukur kepada Sang Pencipta. (Beny Setiawan/Agus Bondan)
Editor : JTV Kediri
















