PACITAN - Komitmen menjaga kelestarian kawasan wisata Sungai Maron terus diperkuat. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Pacitan menggelar program konservasi alam dan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kawasan wisata Sungai Maron, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku.
Kegiatan tersebut diisi dengan penanaman berbagai jenis tanaman konservasi, seperti tabebuya, akar wangi, dan kelapa. Selain itu, peserta juga mengikuti Knowledge Sharing Forum (KSF) yang membahas keanekaragaman hayati, konservasi sempadan sungai, pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi coir log, hingga sosialisasi kebijakan tata kelola sampah di kawasan wisata Sungai Maron.
Asisten Manager SDM, Umum dan CSR PLN NP UP Pacitan, Risky Trilistirta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk memastikan kelestarian Sungai Maron tetap terjaga.
Menurutnya, kondisi Sungai Maron menunjukkan perkembangan yang positif selama tiga hingga empat tahun terakhir sejak mendapat pendampingan dari PLN. Perbaikan tersebut tidak lepas dari sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat yang terus menjaga kawasan wisata tersebut.
Baca Juga : Menanti Langkah ke Tanah Suci, Hadiah Umrah Jadi Buah Pengabdian Tiga Personel Polres Pacitan
"Alhamdulillah, sesuai dengan pendampingan kami, tiga sampai empat tahun ke belakang kondisinya sudah mulai membaik. Kami akan terus bersinergi agar kelestarian Sungai Maron ini tetap terjaga," ujar Risky Selasa, (07/7) siang.
Ia menegaskan, program konservasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata. PLN telah menyiapkan keberlanjutan program hingga tahun depan sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata yang ramah lingkungan.
"Program ini akan terus berlanjut sampai tahun depan. Harapannya, Sungai Maron bisa menjadi salah satu eduwisata dan menjadi percontohan bagi destinasi wisata lain, khususnya di Kabupaten Pacitan," tambahnya.
Baca Juga : BPJS Kesehatan Kejar 21 Ribu Peserta Aktif demi UHC Prioritas Pacitan
Selain konservasi lingkungan, kegiatan juga difokuskan pada penguatan tata kelola sampah melalui edukasi ekonomi sirkular. Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah di kawasan wisata, pemanfaatan limbah kelapa menjadi coir log sebagai media konservasi, hingga pembahasan implementasi Surat Keputusan (SK) Tata Kelola Sampah di kawasan Sungai Maron.
Sementara itu, Kepala Desa Dersono, Suwarlan, mengapresiasi pendampingan yang diberikan PLN NP UP Pacitan. Menurutnya, program tersebut membawa perubahan nyata, baik dari sisi perilaku masyarakat maupun kondisi fisik kawasan wisata.
"Ini benar-benar menjadi suatu kehormatan bagi kami. Wisata Maron dipilih sebagai program pembinaan oleh PLN dan hasilnya sangat luar biasa. Perubahannya, baik dari perilaku masyarakat maupun kondisi fisik kawasan, sangat jauh dibandingkan sebelum ada pendampingan. Manfaatnya benar-benar kami rasakan dan perubahannya sangat signifikan," ungkapnya.
Baca Juga : Soroti MBG hingga KDMP, PMII Pacitan Desak DPRD dan Pemkab Bertindak
Terkait komitmen mewujudkan Sungai Maron bebas sampah plastik, Suwarlan menilai masyarakat Desa Dersono sebenarnya telah memiliki kesadaran yang baik dalam mengelola sampah. Hal itu didukung dengan keberhasilan desa meraih status lulus Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.
"Sebetulnya masyarakat Dersono sudah terbiasa memilah sampah organik dan nonorganik, bahkan sudah memiliki lubang sampah. Jadi bukan karena masyarakat belum sadar, tetapi lebih kepada perlunya saling mengingatkan kembali agar kebiasaan baik itu tetap terjaga," jelasnya.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah desa, masyarakat, dan PLN, komitmen menjaga Sungai Maron tetap bersih dan lestari dapat diwujudkan sehingga kawasan tersebut semakin berkembang sebagai destinasi wisata sekaligus pusat edukasi lingkungan di Pacitan. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















