PROBOLINGGO - Nasib pilu dialami Mohammad Sofiyudin (28), seorang penjual tempe asal Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Saat hendak mengantarkan dagangannya ke Pasar Bantaran pada Kamis (9/7/2026) pagi, ia menjadi korban pembegalan di Jalan Mastrip, kawasan Makam Cina, Kota Probolinggo.
Motor Honda Beat yang baru lunas dari hasil mencicil dan menabung selama berjualan tempe dirampas empat pelaku bersenjata celurit. Tak hanya itu, satu keranjang berisi sekitar 40 lembar tempe yang akan dijual juga ikut dibawa kabur para pelaku.
Peristiwa itu membuat Sofiyudin tak kuasa menahan tangis. Dalam rekaman video yang beredar, korban terlihat histeris setelah kehilangan satu-satunya kendaraan yang menjadi penopang mata pencahariannya.
Korban juga mengalami luka gores pada dua jari tangan kirinya akibat sabetan celurit saat berusaha melindungi kepala dari serangan pelaku.
Baca Juga : Pria di Probolinggo Tewas Diduga Dibegal, Kepala Terluka dan Motor Raib
"Motor itu baru lunas. Saya pakai setiap hari untuk jualan tempe. Di atas motor juga ada satu keranjang berisi sekitar 40 lembar tempe yang akan saya jual ke Pasar Bantaran, total kerugian tempe saja sekitar 640 ribu," ujar Sofiyudin dengan mata berkaca-kaca.
Ia menuturkan, aksi pembegalan terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. Saat melintas di Jalan Mastrip, sekitar makan cina, empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor tiba-tiba memepetnya.
"Mereka langsung memukul helm saya pakai celurit. Saya kaget dan berusaha mempertahankan motor," katanya.
Menurut Sofiyudin, salah satu pelaku kemudian mengambil kunci motor, sementara pelaku lain terus mengancam dengan celurit agar dirinya menyerahkan kendaraan tersebut.
"Saya refleks melindungi kepala, karena celuritnya diarahkan ke kepala. Akhirnya dua jari saya kena goresan. Saya takut, akhirnya motor saya dibawa kabur," ungkapnya.
Dalam hitungan detik, para pelaku melarikan diri ke arah selatan dengan membawa motor beserta seluruh dagangan korban.
"Saya benar-benar syok. Motor itu satu-satunya buat cari nafkah. Sekarang saya bingung mau jualan pakai apa," ucapnya lirih.
Usai kejadian, Sofiyudin langsung melapor ke Polsek Wonoasih. Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi, membenarkan adanya laporan pembegalan tersebut.
"Korban datang melapor ke Polsek Wonoasih sesaat setelah kejadian," ujar Kompol Lukman Hadi.
Ia mengatakan, pihaknya bersama Unit Opsnal Satreskrim Polres Probolinggo Kota langsung bergerak melakukan penyelidikan.
"Anggota Polsek Wonoasih bersama Opsnal Satreskrim Polres Probolinggo Kota telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian," katanya.
Polisi juga tengah mengumpulkan rekaman kamera pengawas dan keterangan tambahan untuk mengidentifikasi para pelaku.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku. Mohon masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini segera melapor kepada kepolisian," tegas Lukman.
Aksi pembegalan tersebut tergolong nekat karena terjadi saat hari mulai terang dan arus lalu lintas sudah mulai ramai. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















