Satu jenazah ditemukan saat pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Minggu (1 Februari 2026) pagi. Jenazah diduga korban tenggelamnya kapal pada 2 Juli 2025 itu diduga merupakan salah satu korban penumpang atau kru.
Informasi penemuan jenazah tersebut dibenarkan Dirpolairud Polda Jatim Arman Asmara Syarifuddin.
Arman menyebut, jenazah tersebut langsung dijemput dan dievakuasi menggunakan perahu menuju daratan. Jenazah kemudian dibawal ke Kamar Jenazah RSUD Blambangan untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah berada di RSUD Blambangan, penanganan jenazah diserahkan kepada Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Baca Juga : Jenazah Ketiga Kembali Ditemukan saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu
"Tugas Polairud sebatas melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD, selanjutnya proses identifikasi menjadi kewenangan DVI," ujarnya.

Arman menjelaskan, selama proses pengangkatan, Polairud bertugas berpatroli mengamankan wilayah sekitar titik pengangkatan. Jika ditemukan jenazah, pihaknya akan membantu proses evakuasi hingga membawanya ke rumah sakit.
Baca Juga : Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Masih Berlangsung, Patroli Perairan di Selat Bali Diperluas
Sekadar mengingatkan kembali, KMP Turu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam. Kapal tenggelam saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Kapal milik perusahaan perkapalan PT Raputra Jaya itu memuat 84 orang dalam perjalanan saat tenggelam, termasuk di dalamnya adalah kru kapal.
Dari jumlah tersebut, 30 penumpang dan kru selamat. Sementara sisanya ditemukan dalam keadaan meninggal dan hilang.
Baca Juga : Tim Gabungan Temukan Dua Jenazah saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu di Selat Bali
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi

















