SITUBONDO - Pantai Pasir Putih Situbondo memasuki babak baru pengembangan pariwisata. Pemerintah Kabupaten kini membuka peluang Kerja Sama Pemanfaatan atau KSP kepada mitra strategis.
Langkah ini ditempuh untuk mendorong pengelolaan Pasir Putih menjadi lebih profesional, inovatif, dan berorientasi jangka panjang. Proses KSP Pasir Putih saat ini sudah memasuki tahap lelang dan masih berada dalam tahap penawaran.
Pemkab Situbondo menawarkan investasi sedikitnya 40 miliar rupiah dalam lima tahun. Jangka waktu kerja sama ditetapkan selama 30 tahun.
Sementara itu, nilai aset kawasan yang menjadi objek kerja sama diperkirakan mencapai 143,5 miliar rupiah. Kawasan wisata yang ditawarkan memiliki luas sekitar 15,4 hektare.
Total kawasan mencapai 18,4 hektare. Di dalamnya terdapat sejumlah aset eksisting yang masih terbuka untuk dikembangkan.
Di antaranya Hotel Sidomuncul Satu, Hotel Sidomuncul Dua, Papin In, Wisda Rengganis, Pintu Wisata, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo, Edy Wiyono, menegaskan pemerintah tidak ingin membatasi kreativitas calon mitra.
Konsep tersebut diarahkan untuk memperluas pilihan aktivitas wisata. Pengembangan juga diharapkan tetap mempertahankan karakter Pasir Putih sebagai destinasi bahari.
Pemkab Situbondo menegaskan pengembangan Pasir Putih tidak akan menghilangkan identitas yang telah melekat selama puluhan tahun. Dalam rilis resminya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut merek Pasir Putih tetap dipertahankan.
Pemerintah daerah menilai posisi Pasir Putih memiliki keunggulan strategis. Destinasi ini berada di jalur Pantura dan terhubung dengan sejumlah destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Pasir Putih juga dinilai memiliki potensi masuk dalam pola perjalanan wisata antardestinasi. Rutenya dapat menghubungkan Bromo, Besuki, Argopuro, Pasir Putih, Ijen, Baluran, hingga Bali.
Potensi ini diperkuat dengan berbagai rencana penguatan konektivitas kawasan. Di antaranya peluang pengembangan akses tol di sekitar Situbondo, program aglomerasi pariwisata, pengembangan Pelabuhan Jangkar untuk konektivitas menuju Bali Utara, serta rencana pembangunan bandara di Bali Utara.
Selain itu, terdapat Bandara KHR As'ad Syamsul Arifin hingga rencana reaktivasi jalur kereta api Jember–Bondowoso–Panarukan.
Editor : JTV Jember



















