KEDIRI - Seorang pemancing asal Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan hilang usai diduga tercebur ke Sungai Brantas. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai sejauh lima kilometer dari lokasi korban diduga jatuh.
Korban berinisial NS, 46, dilaporkan belum kembali ke rumah setelah berpamitan memancing sejak Senin siang. Keluarga kemudian melapor ke polisi pada Selasa sore karena korban tak kunjung pulang.
Kecurigaan korban tercebur menguat setelah keluarga menemukan sepeda motor, alat pancing, dan sepasang sandal milik korban di tepi Sungai Brantas, Desa Srikaton. Penemuan barang-barang tersebut menjadi titik awal operasi pencarian.
Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD Tulungagung, dan sejumlah unsur potensi SAR langsung diterjunkan. Dua perahu karet digunakan untuk menyisir aliran Sungai Brantas, sementara personel lain melakukan pencarian melalui jalur darat.
Baca Juga : Pamit Mancing, Pria Tulungagung Hilang Diduga Tercebur Sungai Brantas
Sebanyak 25 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Untuk memperluas pemantauan, tim SAR juga menggandeng komunitas radio amatir guna mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Komandan Tim SAR, Taufik, mengatakan proses pencarian dilakukan sesuai prosedur operasi standar. Pencarian dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari dan dapat diperpanjang apabila kondisi di lapangan masih memungkinkan.
"Proses pencarian dilakukan hingga sepekan sesuai SOP. Selanjutnya bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan situasi dan hasil evaluasi di lapangan," ujarnya.
Baca Juga : DPRD Kediri Godok Perda Hiburan dan Rekreasi, Siapkan Aturan Baru hingga Lindungi Pekerja
Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan dan tim SAR gabungan terus melanjutkan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Brantas. (Agus Bondan/Agus Setiawan)
Editor : JTV Kediri


















