JOMBANG - Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Lapangan Jogoroto, Kabupaten Jombang, dalam kegiatan Munajat 1000 Bulan yang menjadi bagian dari rangkaian Kampung Ramadhan ke-10. Acara yang disiarkan oleh JTV pada Rabu (11/03/26), dihadiri ratusan jamaah yang datang untuk bersholawat, berzikir, dan mendengarkan tausiah keagamaan.
Kegiatan diawali dengan lantunan sholawat dari grup selawat Asyafaah Jombang yang mengajak seluruh jamaah bersholawat bersama. Suasana semakin khidmat ketika para hadirin mengangkat tangan, memanjatkan doa dan harapan agar mendapat keberkahan Ramadhan serta kesempatan meraih malam Lailatul Qadar.
Pembawa acara menyampaikan bahwa munajat ini menjadi momen untuk mengetuk pintu langit, menundukkan hati, serta memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT. “Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Di bulan inilah terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan,” ujar pembawa acara.
Acara semakin semarak dengan hadirnya sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang, jajaran kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga : Mayat Bayi Laki-laki di Sungai Dam A. Yani Gegerkan Warga Jombang
Pada kesempatan tersebut, K.H. Nurhadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong menyampaikan tausiah yang sarat pesan spiritual. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan pahala puasa terbesar adalah mereka yang memperbanyak zikir kepada Allah SWT.
Ia mengutip sebuah hadis tentang pertanyaan sahabat kepada Nabi Muhammad SAW mengenai siapa yang memperoleh pahala puasa paling besar. “Orang yang paling besar pahalanya ketika berpuasa Ramadhan adalah orang yang paling banyak berzikir kepada Allah,” ujar Mbah Bolong dalam tausianya.
Menurutnya, zikir menjadi kunci ketenangan hati sekaligus jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga menegaskan bahwa kehidupan dunia sering kali membuat manusia lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya. “Orang yang berzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sedangkan yang tidak berzikir seperti orang yang mati,” ungkapnya.
Baca Juga : Berburu Takjil Takjil Di Kampung Ramadhan
Dalam ceramahnya, Mbah Bolong juga mengingatkan pentingnya menghormati ulama dan pemimpin. Menurutnya, dalam setiap persoalan umat perlu bertanya kepada ahlinya agar tidak salah dalam memahami ajaran agama.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal ibadah selama Ramadhan, mulai dari salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, menghadiri pengajian, hingga memperbanyak zikir. “Di bulan Ramadhan ini mari kita banyak-banyak mengingat Allah, memperbanyak zikir, salat, dan membaca Al-Qur’an agar hati kita menjadi tenang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga salat berjamaah, terutama salat Isya dan Subuh, karena menurut ulama keduanya menjadi salah satu jalan meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Baca Juga : Kampung Ramadhan ke-10 di Jogoroto Resmi Dibuka, Qtela Tawarkan Promo Menarik bagi Pengunjung
Kegiatan Munajat 1000 Bulan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Kampung Ramadan Jogoroto yang berlangsung hingga pertengahan Maret 2026. Selain pengajian dan selawat, acara ini juga menghadirkan festival kuliner Ramadhan, bazar UMKM, lomba islami, hingga berbagai kegiatan hiburan religi untuk masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya menikmati suasana Ramadhan secara meriah, tetapi juga memperkuat keimanan dan kebersamaan dalam beribadah.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan selawat yang dipimpin oleh para ulama dan grup hadrah, diiringi harapan agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi masyarakat Jombang dan seluruh umat Islam. (Amellia Ciello)
Baca Juga : Sukses Berwirausaha dari Rumah: Pelatihan Menjahit Sepatu BLK Jombang Jadi Incaran Warga
Editor : Iwan Iwe



















