Menu
Pencarian


Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) Berdayakan 2.617 Perempuan Penenun dan 3.024 Petani ASEAN

Portaljtv.com - Kamis, 27 Agustus 2026 17:39
Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) Berdayakan 2.617 Perempuan Penenun dan 3.024 Petani ASEAN
Para perempuan penenun yang menjadi bagian dari Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) menunjukkan keahliannya di Bali United Training Center, Gianyar, Bali. (Foto: Dok. Maybank Marathon).

BALI -  Menjaga tradisi tenun tak hanya soal mempertahankan motif dan teknik yang diwariskan turun-temurun. Di balik selembar kain, ada ekosistem panjang yang kini mulai diarahkan untuk lebih ramah lingkungan. Semangat itu tercermin dalam perjalanan satu dekade Maybank Women Eco-Weavers (MWEW).

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, keberlanjutan menjadi bagian penting dari upaya memperluas dampak program hingga ke masyarakat dan lingkungan. “Selaras dengan pilar strategis ROAR30 Maybank, Impacting Society Positively, kami meyakini bahwa dampak yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang menyatukan beragam kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” kata Steffano.

Program ini diluncurkan di Lombok pada 2016. MWEW hingga kini berkembang menjadi ekosistem yang menghubungkan perempuan penenun, petani serat alami, mitra program, dan masyarakat di Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Filipina.

Steffano mengatakan, semangat keberlanjutan yang dibawa MWEW juga sejalan dengan gerakan “Jejak Hijau” dalam Maybank Marathon yang diarahkan menuju aspirasi ajang maraton netral karbon pada 2030. “Bersama para mitra, kami ingin memperluas dampak Maybank Marathon hingga melampaui lintasan lomba, sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang,” ujarnya.

Hingga 30 Juni tahun ini, program tersebut telah memberdayakan 2.617 perempuan penenun di lima negara ASEAN serta mendukung 3.024 petani di empat negara. Dari sisi lingkungan, MWEW telah membudidayakan lebih dari 813.500 pohon murbei, 55.300 tanaman kapas, dan 18.700 pohon abaka.

Upaya memperkuat ekosistem tersebut juga dilakukan melalui pendirian 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri tenun, dan satu laboratorium pewarna alami. Praktik tersebut mendorong proses produksi yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Group Chief Sustainability Officer Maybank and Principal Officer Maybank Labuan Foundation Datuk Shahril Azuar Jimin mengatakan perjalanan MWEW menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan lingkungan. “Perjalanan ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi melalui kolaborasi para perempuan penenun, petani, mitra program, masyarakat dan berbagai pihak yang selama satu dekade telah bersama-sama melestarikan warisan tenun,” ucapnya.

Menurut Shahril, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar pemberdayaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan menenun. Program juga diarahkan untuk memperkuat mata pencaharian berkelanjutan melalui bahan baku alami, inovasi produk, hingga akses pasar.

Perjalanan satu dekade MWEW menjadi bagian dari Maybank Marathon Sustainability Day 2026 di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Sabtu (22/8). Agenda tersebut diisi seremoni apresiasi, gelar wicara, lokakarya menenun, serta Inspiring Talks bertema “Impact Society Positively through Partnership”.

Perjalanan MWEW selama satu dekade menunjukkan bahwa menjaga warisan tenun bukan sekadar merawat masa lalu. Di dalamnya ada upaya membangun masa depan yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang menjadi penjaga tradisi. (lyn/wir)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.