TRENGGALEK - Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari SPPG Tamanan Trenggalek menunjukkan adanya kandungan bakteri Bacillus cereus pada nasi putih serta bakteri Escherichia coli pada buah semangka berdasarkan pemeriksaan yang diterima Satgas MBG Trenggalek, Kamis (28/8/2026).
Di mana sampel yang meliputi nasi, ayam dadu sambal kacang, cah bayam dan jagung, tahu fantasi, serta semangka tersebut sebelumnya sempat memicu keluhan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, hingga diare pada sejumlah penerima.
"Teman-teman sekalian, bahwa dari hasil pemeriksaan sampel makanan yang disimpan di SPPG, itu dari beberapa sampel yang kita kremonasi, kemudian tahu sambal kacang, ayam sambal kacang, bayam, jagung, tahu fantasi, hingga semangka, ternyata yang kita temukan ada permasalahan adalah yang pertama di nasi putihnya," ujar dr. Sunarto, selaku Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek.
dr. Sunarto menjelaskan bahwa bakteri Bacillus cereus yang ditemukan pada nasi putih tersebut dapat bersumber dari spora di lingkungan atau akibat makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang tanpa segera dikonsumsi.
"Jadi nasi putih ini ternyata mengandung Bacillus cereus, dan kalau dibiarkan 2 jam, endospora itu bisa memberikan gangguan atau keluhan kepada yang menerima, sehingga harapannya harus segera dikonsumsi," lanjutnya.
Selain pada nasi, petugas juga menemukan adanya permasalahan pada sampel buah semangka yang diduga terkontaminasi akibat higiene maupun sanitasi alat dan penjamah makanan yang kurang optimal.
"Semangka mengandung escherichia coli yang sebenarnya berhubungan dengan penularan dari penjamah, biasanya, atau bahan alat yang digunakan seperti air, tangan, bersin, hingga batuk dari penjamah makanan," pungkas dr. Sunarto.
Editor : Iwan Iwe



















