SIDOARJO - Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia selalu diwarnai dengan beragam perlombaan unik. Di Desa Kedungwonokerto, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di RT 003/RW 004. Warga menggelar perlombaan khas Agustusan yang tak hanya mengocok perut, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi anak-anak agar sejenak terlepas dari ketergantungan gadget.
Salah satu perlombaan yang paling menyedot perhatian warga adalah lomba titian bambu joged. Dalam lomba ini, para peserta ditantang untuk berjalan menyeberangi sebatang bambu licin yang dipasang di atas aliran sungai/kolam air. Gelak tawa warga pecah saat para peserta mencoba menjaga keseimbangan sambil berjoget mengikuti alunan musik sebelum akhirnya tercebur ke dalam air.
Tak hanya untuk dewasa, berbagai perlombaan tradisional lainnya seperti makan kerupuk hingga makan biskuit juga disiapkan khusus untuk anak-anak.
Panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa perlombaan ini digelar selain untuk memeriahkan HUT RI dan mempererat tali silaturahmi warga, juga memiliki misi khusus untuk generasi muda. Melalui permainan tradisional dan interaksi sosial secara langsung, anak-anak diajak untuk aktif bergerak dan bersosialisasi sehingga tidak terus-menerus bermain ponsel (gadget).
"Bukan hanya menjalin tali silaturahmi, harapannya ke depan supaya generasi muda penerus bangsa Indonesia tetap menghargai jasa-jasa para pahlawan. Selain itu, kegiatan ini jadi sarana edukasi agar anak-anak bisa bermain bersama teman sebayanya secara langsung dan teralih dari layar HP," ujar Dimas dan Wanda, Panitia Penyelenggara Lomba di lokasi.
Antusiasme anak-anak pun tampak sangat tinggi. Hilmi, salah satu peserta cilik yang mengenakan pakaian adat, mengaku sangat senang bisa ikut serta dan berkumpul bersama teman-temannya.
"Aku ke sini ikut lomba karena seru dan banyak hadiahnya. Ada lomba makan kerupuk juga. Senang bisa main rame-rame sama teman, jadi tambah semangat," tutur Hilmi dengan ceria.
Acara yang berlangsung meriah dan penuh keakraban ini ditutup dengan pembagian berbagai hadiah menarik bagi para pemenang lomba titian bambu joged dan lomba tradisional lainnya. Total dalam lomba tradisional kali ini ada sebanyak 13 lomba yang dihadirkan bagi semua kalangan dari mulai anak anak, dewasa, dan juga para orang tua emak emak. Diantaranya lomba membawa kelereng dalam sendok, centel topi, makan krupuk, makan roti tempel dahi, maupun estafet tepung dengan kertas.
Melalui kegiatan ini, warga berharap tradisi kebersamaan dan permainan tradisional tetap lestari di tengah gempuran era digital. Tak hanya itu, melalui kegiatan ini guyub rukun antar warga dapat terus terjalin dengan harmonis.
Editor : Iwan Iwe



















