Menu
Pencarian


Korelasi Kompetensi Guru terhadap Keberhasilan Transformasi Digital Sekolah

Portaljtv.com - Kamis, 9 Juli 2026 12:04
Korelasi Kompetensi Guru terhadap Keberhasilan Transformasi Digital Sekolah
Ervinia Permatasari

Di tengah deru pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, dunia pendidikan di Kecamatan Taman sedang merajut narasi besarnya sendiri. SMP Negeri 1 Taman kini berdiri di persimpangan transformasi digital. Di balik kemilau layar perangkat canggih, ada satu indikator yang tak bisa dikesampingkan dalam menilai keberhasilan transformasi ini. Indikator tersebut adalah capaian Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Ada asumsi kuat yang sering terlupakan dalam pendidikan kita. Asumsi tersebut mengarah pada hasil TKA siswa. Angka-angka tersebut bukanlah variabel tunggal yang berdiri sendiri, tetapi cermin dari kompetensi guru yang mengajarinya. Digitalisasi sekolah bukan sekadar pengadaan perangkat, melainkan bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran sehingga berdampak langsung pada nilai akademik siswa.

Korelasi antara kompetensi guru dan hasil TKA sangat erat. Soal-soal TKA saat ini telah bergeser jauh dari sekadar hafalan. Soal-soal tersebut mengarah pada kemampuan analisis atau higher order thinking skills (HOTS). Di sinilah peran guru diuji. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang tinggi akan mampu menerjemahkan pembelajaran digital menjadi materi yang mudah dicerna.

Digitalisasi di SMPN 1 Taman menjadi sarana bagi para guru untuk meningkatkan nilai TKA. Dengan perangkat digital, guru memiliki kemampuan untuk melakukan pemetaan (mapping) terhadap kelemahan siswa secara efektif. Melalui analisis data hasil latihan soal digital, guru dapat mendeteksi bab mana yang paling sulit dipahami oleh mayoritas siswa di kelas. Intervensi yang berbasis data inilah yang menjadi pembeda antara guru yang sekadar mengajar dan guru yang mengelola kesuksesan akademik siswanya. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai 100 TKA Bahasa Indonesia ananda Nabila Salsabila Febriani dari kelas IX C dan 96,67 untuk TKA Matematika ananda Malika Jamine Wibowo dari kelas IX K, walaupun rata-rata nilai TKA keseluruhan masih harus ditingkatkan.

Baca Juga :   TKA dan Hawa Segar Dunia Pendidikan

Tantangan besar muncul ketika digitalisasi hanya dianggap sebagai perubahan administratif. Keberadaan laptop dan internet di sekolah berisiko tidak berdampak optimal jika seorang pengajar belum sepenuhnya kompeten memanfaatkan ekosistem digital. Belum semua guru dapat memanfaatkan digitalisasi untuk pembelajaran.

Kompetensi guru dalam meramu strategi pembelajaran di era digital adalah kunci agar nilai TKA tidak menurun. Di SMPN 1 Taman, tuntutan bagi tenaga pendidik bukan lagi sekadar fasih mengoperasikan aplikasi, melainkan bagaimana menggunakan aplikasi tersebut untuk merangsang daya kritis. Sebab, nalar kritis itulah yang dibutuhkan siswa saat berhadapan dengan lembar ujian TKA yang kompleks.

Masyarakat Sidoarjo, khususnya para orang tua siswa di lingkungan Taman, menaruh harapan besar pada pundak para pendidik di Spensta. Kepercayaan itu dijawab dengan kualitas lulusan yang kompetitif. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru harus menjadi agenda permanen yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga :   LENTERA Digital untuk Menguatkan TKA

Pelatihan mandiri, pengaktifan komunitas praktisi di dalam sekolah, hingga pemanfaatan data digital untuk evaluasi hasil belajar adalah langkah-langkah nyata untuk memastikan kompetensi guru tetap relevan. Ketika guru terus mengasah diri dan beradaptasi dengan konten-konten akademik terbaru, hasil TKA siswa akan mengikuti sebagai konsekuensi logis.

Digitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Taman adalah sebuah usaha besar untuk memajukan pendidikan. Namun, perlu diingat kembali bahwa teknologi hanya merupakan alat. Kesuksesan akademik tetap terletak pada kualitas dan kompetensi para gurunya. Hasil TKA yang baik adalah buah dari sinergi antara nalar digital dan ketulusan mendidik. Tanpa kompetensi guru yang mumpuni, digitalisasi hanya akan menjadi perangkat yang belum memberi dampak optimal. (*)

Oleh: Ervinia Permatasari, S.Pd., SMP Negeri 1 Taman

Baca Juga :   Menyelaraskan Deep Learning dengan Tuntutan Tes Kemampuan Akademik

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.