SURABAYA - Rela antre berjam-jam demi menikmati kuliner tradisional yang 'naik kelas'. Begitulah fenomena yang terlihat di Kang Bubur, sebuah kedai yang berlokasi di Jl. Jolotundo No. 38, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya. Kedai ini mendadak viral di TikTok dan Instagram setelah berhasil menyulap bubur ketan hitam menjadi hidangan penutup modern yang diminati kaum muda.
Bubur ketan hitam selama ini identik sebagai jajanan tradisional yang sederhana. Namun, di tangan Kang Bubur, sajian klasik ini tampil dengan wajah baru. Sejak buka pukul 13.00 hingga 22.00 WIB, antrean pengunjung—yang didominasi anak muda—terlihat mengular, menandakan tingginya rasa penasaran warga Surabaya terhadap dessert estetik ini.
Sentuhan Modern pada Cita Rasa Klasik
Daya tarik utama Kang Bubur Surabaya terletak pada inovasi penyajiannya yang menyerupai hidangan kafe kelas atas. Di atas bubur yang lembut, pelanggan bebas memilih berbagai topping kekinian seperti es krim berbagai varian rasa, keju parut, potongan buah segar, hingga biskuit premium.
“Selain karena rasa manisnya yang pas, harganya lumayan terjangkau dengan menu yang sangat beragam. Tampilannya yang estetik juga sangat Instagramable,” ujar Ana Wulan Sari, seorang mahasiswi Unesa yang kerap berkunjung bersama teman-temannya.
Meski tampil kekinian, Kang Bubur tetap mempertahankan autentisitas rasa. Tekstur ketan hitam yang lembut berpadu sempurna dengan siraman santan gurih dan susu kental manis. Sentuhan topping modern justru memperkaya rasa tanpa menghilangkan karakter asli dari ketan hitam itu sendiri. Perpaduan manis dan gurih inilah yang menghadirkan rasa nostalgia bagi penikmat lama, sekaligus pengalaman baru bagi generasi masa kini.
Kekuatan Media Sosial
Popularitas Kang Bubur Surabaya tak lepas dari peran media sosial. Video pendek yang memperlihatkan proses penyajian—mulai dari bubur hangat yang disiram santan hingga es krim yang perlahan meleleh di atasnya—telah ditonton ribuan kali di TikTok dan Instagram.
Fenomena viral ini memberikan dampak signifikan terhadap jumlah pengunjung. Banyak pelanggan mengaku datang ke lokasi setelah melihat ulasan di media sosial. Hal ini membuktikan bahwa promosi digital sangat efektif untuk memperkenalkan kembali kuliner tradisional kepada khalayak yang lebih luas.
Kehadiran Kang Bubur Surabaya menjadi bukti nyata bahwa inovasi mampu mengangkat eksistensi jajanan tradisional di tengah gempuran kuliner modern. Dengan memadukan rasa autentik dan visual yang menarik, bubur ketan hitam kini mampu bersaing sebagai dessert favorit anak muda, menghubungkan memori masa lalu dengan selera kekinian. (Salimah)
Editor : Iwan Iwe



















