SURABAYA - Program “Ruang Karir” JTV edisi Rabu (4/2/2026) mengupas tuntas peluang kerja di bidang Teknik Sistem Perkapalan. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan tenaga ahli di sektor strategis ini, di mana lulusannya tercatat memiliki masa tunggu kerja rata-rata kurang dari enam bulan.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS Surabaya, Indra Ranu Kusuma, menjelaskan perbedaan mendasar antara Teknik Perkapalan dan Teknik Sistem Perkapalan. Jika Teknik Perkapalan berfokus pada struktur atau bodi kapal, Teknik Sistem Perkapalan menitikberatkan pada operasional mekanis agar kapal berfungsi optimal dan aman.
“Kami fokus pada sistem penggerak kapal, permesinan, kelistrikan, hingga sistem pendukung seperti bahan bakar, pendingin, dan pembangkit listrik di atas kapal,” jelas Indra.
Ia menambahkan bahwa Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS memiliki jenjang pendidikan lengkap, mulai dari sarjana, magister, hingga doktoral. Tersedia pula program double degree bekerja sama dengan Wismar University, Jerman, yang memungkinkan mahasiswa meraih dua gelar internasional sekaligus.
Baca Juga : UMKM Tanpa HKI: Usaha Kecil, Risiko Besar Mengintai
Prospek Kerja Luas: Dari Galangan Hingga Riset Teknologi
Alumni Teknik Sistem Perkapalan ITS yang kini menjabat sebagai Manajer Laboratorium Hidrodinamika BRIN, Fariz Maulana Noor, menuturkan bahwa ruang lingkup kerja lulusan ini sangat luas. Lapangan kerja tidak hanya terbatas pada galangan kapal, tetapi juga merambah lembaga riset, perbankan (analis kredit maritim), asuransi, regulator, hingga industri teknologi maritim.
“Hampir semua kapal baru di Indonesia, termasuk kapal TNI AL, ASDP, dan PELNI, melalui proses pengujian di laboratorium hidrodinamika sebelum mulai dibangun,” ungkap Fariz. Meski tantangannya tinggi karena menyangkut keselamatan dan presisi, ia menilai hal itu sebanding dengan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Baca Juga : Ledakan Wisata Lebaran 2026, Ekonomi Jawa Timur Diprediksi Melonjak
Tidak Selalu Bekerja di Laut
Indra menekankan bahwa lulusan sistem perkapalan tidak melulu harus bekerja di tengah laut. Banyak alumni yang berkarier sebagai:
- Desainer Kapal: Merancang sistem permesinan.
- Marine Surveyor & Appraiser: Melakukan inspeksi dan penilaian teknis kapal.
- Peneliti & Regulator: Mengembangkan kebijakan kemaritiman.
- Wirausahawan: Membangun startup maritim ramah lingkungan.
“Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan berada di jalur perdagangan dunia. Transportasi laut akan selalu dibutuhkan, dan itu adalah peluang besar bagi generasi muda,” tegas Indra.
Baca Juga : KDMP Jatim Disorot Politikus: Ambisi Besar, Realisasi Masih Jadi Tantangan
Melalui tayangan ini, JTV berkomitmen memberikan informasi inspiratif bagi generasi Z untuk mengenal sektor kerja potensial yang strategis bagi masa depan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe

















