KEDIRI - Toko seragam sekolah di Jalan Bandar Ngalim, Kota Kediri, terus dipadati masyarakat yang berburu kelengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru. Para orang tua bahkan rela mengantre lama demi mendapatkan seragam untuk putra-putri mereka.
Meningkatnya jumlah pembeli ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang setempat. Penjualan seragam sekolah dilaporkan melonjak hingga 80 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa. Tingginya permintaan yang terjadi dalam waktu singkat ini bahkan sempat membuat para karyawan kewalahan karena stok seragam di etalase utama mulai menipis.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Jalan Stasiun, Kota Kediri, yang dipenuhi oleh para pembeli dengan kebutuhan serupa. Menurut Muasih, salah seorang pemilik toko seragam di kawasan tersebut, peningkatan volume pembelian ini sudah mulai terjadi sejak awal Juli.
Meski mengalami lonjakan, Muasih mengaku bahwa kondisi pasar tahun ini tidak seramai tahun lalu. Kendati demikian, setiap harinya toko miliknya masih mampu menjual hingga 100 setel seragam sekolah. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi daya beli, sehingga jumlah pelanggan belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala.
Baca Juga : Persik Tunjuk Razzi Taruna Jadi Direktur Sport Baru, Marcos Reina Tetap Dipertahankan
"Peningkatan pembelian memang mulai terjadi sejak awal Juli ini. Meski tidak seramai tahun lalu, setiap harinya kami masih mampu menjual hingga 100 setel seragam sekolah. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini tampaknya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya beli, sehingga jumlah pembeli belum sepenuhnya pulih," ujar Muasih saat ditemui di tokonya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, harga seragam yang ditawarkan para pedagang relatif tidak mengalami perubahan atau sama dengan tahun lalu. Harga per potong pakaian dibanderol berkisar antara Rp70.000 hingga Rp150.000, tergantung pada ukuran dan jenis seragam yang dipilih. Sementara itu, untuk satu setel pakaian sekolah lengkap, harganya dapat mencapai sekitar Rp200.000. (*)
Editor : Iwan Iwe



















