NGAWI - Proses penjangkauan calon siswa Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi mulai dilakukan. Namun hingga saat ini, pemenuhan kuota untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) masih jauh dari target yang ditetapkan.
Berdasarkan data sementara Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, dari total kebutuhan 90 siswa untuk jenjang SD, baru tiga anak yang berhasil terdata sebagai calon peserta didik. Sementara itu, kuota untuk jenjang SMP dan SMA dilaporkan telah terpenuhi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan dan penjangkauan terhadap calon siswa yang memenuhi kriteria program. Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di Ngawi menargetkan sebanyak 270 siswa yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang akan membentuk dua rombongan belajar dengan kuota 90 siswa.
“Untuk sementara, kuota calon siswa SMP dan SMA sudah terpenuhi. Sedangkan untuk jenjang SD baru terdata tiga anak, sehingga masih membutuhkan 87 siswa lagi,” ujar Bonadi.
Baca Juga : Truk Muatan Telur Terguling Usai Tabrak Pemotor yang Menyeberang di Ring Road Ngawi
Dalam proses penjaringan, petugas mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Dengan demikian, calon siswa yang direkrut diprioritaskan berasal dari keluarga kurang mampu.
Meski demikian, seluruh calon siswa yang telah terdata masih harus menjalani proses verifikasi sebelum dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti program tersebut.
Bonadi mengakui bahwa proses penjangkauan calon siswa jenjang SD menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya karena anak usia sekolah dasar masih sangat membutuhkan pendampingan orang tua, sehingga keputusan untuk mengikuti program harus mendapatkan persetujuan keluarga.
Baca Juga : Seorang Santri Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Pencarian Masih Berlangsung
Selain itu, sistem pendidikan Sekolah Rakyat yang menerapkan pola asrama juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi orang tua. Para siswa nantinya akan tinggal di asrama selama menjalani proses pembelajaran, sehingga tidak semua keluarga langsung memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti program tersebut.
Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Sosial terus berupaya melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat agar target pemenuhan kuota siswa Sekolah Rakyat, khususnya jenjang SD, dapat segera tercapai.
Editor : JTV Madiun



















