SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memacu proyek pembangunan Flyover Gedangan untuk mengurai kemacetan laten yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Saat ini, fokus utama tertuju pada tahapan krusial pembebasan lahan, di mana Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo tengah mengajukan peta 122 bidang tanah yang terdampak ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, M. Makhmud, menyatakan bahwa proses pengajuan peta bidang tanah ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
"Kami menargetkan proses pengajuan peta bidang ke BPN ini bisa tuntas dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu ke depan," ujar Makhmud saat memberikan pembaruan terkait proyek tersebut, Selasa (4/8/2026).
Setelah proses pemetaan di BPN selesai, Pemkab Sidoarjo akan langsung bergerak ke tahap berikutnya, yaitu proses appraisal atau penilaian harga tanah oleh tim independen untuk menentukan besaran ganti rugi.
Baca Juga : Tragis, Ibu dan Anak Balita asal Madiun Tewas Terlindas Dump Truk di Tulangan Sidoarjo
Makhmud merinci, dari total 122 bidang tanah yang terdampak proyek infrastruktur ini, mayoritas merupakan tempat usaha dan ruko. Rincian lahan terdampak meliputi 70 unit rumah usaha, 25 ruko, 8 rumah tinggal, 2 rumah dinas, 1 rumah ibadah, dan 4 gedung kantor.
"Selain bangunan, ada juga 12 bidang tanah yang berupa lahan kosong, saluran air, dan jalan," tambahnya.
Baca Juga : Proyek Flyover Gedangan Sidoarjo Dikebut: BPN Ukur 122 Lahan, Pemkab Siapkan Rp 225 M
Proyek Flyover Gedangan ini nantinya diproyeksikan memiliki panjang 447 meter dengan lebar 18 meter dan lebar lajur masing-masing 3,5 meter. Mega proyek ini membutuhkan total luas lahan kurang lebih 23.169 meter persegi, yang secara keseluruhan berada di sisi sebelah timur jalan eksisting.
Demi kelancaran pembebasan lahan, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan anggaran fantastis mencapai Rp 450 miliar. Skema penganggaran dilakukan secara bertahap, di mana pada tahun anggaran 2026 ini telah dialokasikan dana sebesar Rp 200 miliar.
Selanjutnya, sisa pelunasan sebesar Rp 200 miliar akan dianggarkan pada tahun 2027 mendatang, ditambah dengan alokasi khusus dari APBD sebesar Rp 50 miliar.
Baca Juga : Gudang Tembakau Pabrik Rokok di Jabon Terbakar, 5 Unit Damkar Diterjunkan
Melalui sinergi kuat dari berbagai pihak serta komitmen percepatan pembebasan lahan ini, Pemkab Sidoarjo optimistis target besar dapat terealisasi tepat waktu. Proyek strategis Flyover Gedangan ini ditargetkan beroperasi penuh dan selesai konstruksinya pada tahun 2027, sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi problem kemacetan akut di perempatan Gedangan.
Baca Juga : Santri Manba’ul Hikam Mengaku Masih Trauma Konsumsi MBG
Editor : Iwan Iwe



















