SURABAYA - Di balik proses evakuasi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, tersimpan kisah dramatis para penyintas. Salah satunya dialami Karham, seorang sopir truk tujuan Makassar yang saat itu membawa istri dan dua anaknya dalam perjalanan.
Karham mengatakan dirinya berangkat ke Makassar untuk mengantarkan muatan sekaligus mengajak keluarganya berlibur. Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi kepanikan ketika api melalap kapal yang mereka tumpangi.
Ketika api membesar dan penumpang diminta meninggalkan kapal, Karham mengaku langsung menggendong putranya yang masih berusia satu tahun. Sementara istrinya memeluk erat anak perempuan mereka yang berusia tiga tahun.
“Saya peluk satu anak, mamaknya meluk satu anak, sama dibantu sama penumpang lainnya,” ungkap Karham.
Meski tidak bisa berenang, Karham memilih melompat ke laut bersama keluarganya demi menghindari kobaran api yang terus membesar. Selama lebih dari dua jam, keluarga tersebut bertahan mengapung di tengah laut sambil menunggu pertolongan datang.
"Kami bertahan hanya modal pelampung saja," ujarnya.
Ia mengaku sempat diliputi rasa takut karena ombak dan arus laut cukup kuat. Dalam kondisi tersebut, Karham mengatakan dirinya hanya bisa berdoa agar ia dan keluarganya dapat bertahan hingga bantuan tiba.
Setelah menunggu lebih dari dua jam, Karham bersama istri dan kedua anaknya akhirnya berhasil dievakuasi oleh kapal Meratus Pematang Siantar yang melintas di sekitar lokasi kejadian.Karham bersyukur seluruh anggota keluarganya berhasil selamat dari insiden tersebut.
Editor : A. Ramadhan



















