Menu
Pencarian


Apa-Apa Diganti Kimpul! Jargon Nyeleneh Ini Bikin Umbi Lokal Mendadak Jadi Bintang Medsos

Portaljtv.com - Senin, 10 Agustus 2026 14:21
Apa-Apa Diganti Kimpul! Jargon Nyeleneh Ini Bikin Umbi Lokal Mendadak Jadi Bintang Medsos
Semuanya diganti kimpul!, apasih kimpul itu? (foto: kompas.com)

Belakangan ini, satu kata aneh mendadak memenuhi linimasa TikTok dan X: kimpul. Bagi yang belum familiar, jangan buru-buru mengira ini istilah gaul baru atau nama camilan kekinian kimpul justru umbi lokal yang sudah lama dikenal masyarakat pedesaan Indonesia, namun kini naik derajat menjadi bahan masakan paling dicari di dunia maya.

Secara ilmiah, kimpul (Xanthosoma sagittifolium) adalah tanaman umbi dari keluarga talas-talasan atau Araceae. Teksturnya pulen dan sedikit masir setelah direbus, dengan rasa gurih berpadu manis alami perpaduan unik antara kentang, singkong, dan talas.

Ledakan popularitas ini berawal dari kreativitas seorang kreator konten asal Bantul, Yogyakarta, bernama asli Ibu Tin, yang akrab disapa "Ibu Kimpul" lewat akun TikTok @black.sheep8208. Ia rutin membuat ulang hidangan populer mulai dari mashed potato, potato au gratin, arancini, seblak, hingga dumpling lasagna dengan mengganti bahan utamanya menggunakan kimpul. Kalimat khasnya, "Karena saya tidak punya kentang, jadi saya ganti kimpul," menjadi jargon ikonis yang ditiru banyak warganet dan berhasil menyita jutaan penayangan.

Di balik viralnya, kimpul ternyata menyimpan segudang manfaat. Umbi ini secara alami bebas gluten, sehingga aman dikonsumsi penderita intoleransi gluten. Kandungan karbohidrat kompleks dan serat pangannya yang tinggi membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sekaligus baik untuk pencernaan. Kimpul juga mengandung vitamin C, vitamin B3, kalium, tembaga, dan beta karoten, dengan kadar lemak yang rendah menjadikannya alternatif sehat pengganti nasi maupun kentang, termasuk bagi mereka yang perlu menjaga kadar gula darah.

Satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mengolah kimpul: umbi ini mengandung asam oksalat yang bisa menimbulkan rasa gatal di tangan maupun mulut jika tidak diolah dengan benar. Triknya cukup sederhana kupas kimpul hingga bersih, rendam dalam air garam selama beberapa saat, lalu masak atau kukus hingga benar-benar matang sempurna sebelum diolah lebih lanjut.

Di balik tren yang terkesan sekadar hiburan digital, ada pesan yang lebih besar. Ibu Tin sendiri mengaku prihatin dengan semakin langkanya umbi-umbian lokal seperti kimpul di pasaran, sementara generasi muda banyak yang tidak mengenalnya sama sekali. Lewat kreativitas kontennya, ia berharap pangan lokal seperti kimpul tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan kembali mendapat tempat di meja makan generasi muda sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia sebenarnya kaya akan sumber pangan alternatif yang selama ini luput dari perhatian. (Naswa Thalita Zada)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.