Menu
Pencarian


Hasil Otopsi Sementara Keluar, Kuasa Hukum Duga Sekretaris PRKP Bangkalan Dibunuh

Portaljtv.com - Jumat, 26 Juni 2026 18:28
Hasil Otopsi Sementara Keluar, Kuasa Hukum Duga Sekretaris PRKP Bangkalan Dibunuh
Jenazah korban setelah diotopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. (Foto: Moch. Sahid)

SIDOARJO - Kematian Sekretaris PRKP Kabupaten Bangkalan, Ruli Yunis Setiawati, yang ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda beberapa hari lalu memasuki babak baru. Kuasa hukum keluarga menduga korban meninggal akibat pembunuhan berdasarkan hasil autopsi sementara dan meminta kepolisian segera menangkap pelaku untuk mengungkap motif di balik kasus tersebut.

Berdasarkan hasil autopsi sementara, tim forensik menemukan sejumlah tanda kematian yang dinilai tidak wajar. Di antaranya bekas kekerasan benda tumpul di area telinga, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan pada selaput lendir bibir bagian atas dan bawah, serta tanda merah kehitaman pada lidah, epiglotis, dan saluran napas utama. Temuan tersebut merupakan ciri yang umum dijumpai pada kasus mati lemas atau asfiksia.

"Dari hasil autopsi sementara sudah bisa kami indikasikan bahwa Ibu Ruli meninggal oleh sebab yang tidak wajar," ujar kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya.

Kasus ini bermula ketika Ruli Yunis Setiawati ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Pemkab Bangkalan yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda pada 24 Juni 2026. Sebelum ditemukan meninggal, almarhumah diketahui tidak masuk kerja sejak 18 Juni 2026 dan dinyatakan hilang kontak sejak 20 Juni 2026.

Baca Juga :   Mengapa Dinamakan Lontong Balap? Ini Sejarah Kuliner Legendaris Khas Surabaya

Risang juga menduga korban sudah meninggal dunia saat dibawa masuk ke area parkir Bandara Juanda dan sengaja ditinggalkan di lokasi tersebut. Dugaan itu diperkuat dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan mobil dinas bernomor polisi M-1090 GB masuk ke kawasan bandara dikendarai oleh seorang laki-laki.

Meski ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada asfiksia dan keluarga menduga korban dibekap, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi. Sampel dari tubuh korban telah dikirim ke laboratorium untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan zat beracun.

"Keluarga menyimpulkan ada indikasi pembunuhan, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi," tambah Risang.

Baca Juga :   Hanya Rp10 Ribu, Wisata Perahu Kalimas Tawarkan City Night View yang Berbeda

Melalui kuasa hukumnya, keluarga meminta kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku apabila dugaan pembunuhan terbukti. Keluarga berharap proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar motif di balik kematian Ruli Yunis Setiawati dapat segera terungkap.(luluk listiani)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.