KEDIRI - Harga bahan pokok, khususnya daging ayam di pasar tradisional Kota Kediri mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hal ini terlihat di Pasar Pahing, harga daging ayam per kilogramnya pada Rabu (5/8/2026), kini menyentuh angka Rp 33.000 hingga Rp 34.000 per kilogram.
Tingginya harga daging ayam tersebut diketahui sudah berlangsung sejak dua minggu lalu, bertepatan dengan dimulainya kembali tahun ajaran baru sekolah. Padahal saat libur sekolah sebelumnya, harga daging ayam masih bertahan relatif stabil di kisaran Rp 24.000 hingga Rp 26.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Pahing, Nur Rokhim, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi secara mendadak begitu aktivitas persekolahan kembali berjalan.
"Beberapa hari ini naik, mulai MBG buka lagi tuh. Sekarang Rp 33.000 sampai Rp 34.000 per kilo. Sebelumnya pas anak sekolah libur tuh kisaran Rp 25.000–Rp 26.000. Pas mau masuk sekolah, langsung naik," ujar Nur Rokhim saat ditemui di lapaknya.
Baca Juga : MBG Libur, Harga Daging Ayam di Kediri Turun Rp5 Ribu per Kg
Nur Rokhim menduga, pengaktifan kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai masa libur sekolah turut memengaruhi ketersediaan pasokan daging ayam di pasar umum karena tingginya tingkat penyerapan stok. Di sisi lain, jumlah pasokan yang didapat pedagang saat ini juga terbilang cukup terbatas.
"Faktornya sih saya kurang tahu, tapi katanya ayamnya kurang lah. Tapi saya kira alasan utamanya bukan itu, mungkin karena adanya MBG jadi banyak yang terserap di MBG," tambah Nur Rokhim.
Meski demikian, pemicu utama kenaikan harga daging ayam ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh dinas atau instansi terkait. Dugaan tersebut sejauh ini merupakan penilaian murni dari para pedagang berdasarkan dinamika permintaan pasar yang mereka rasakan langsung.
Baca Juga : Harga Manggis Banyuwangi Melonjak, Tembus Rp80 Ribu per Kilogram
Para pedagang berharap pasokan daging ayam dari distributor dapat segera kembali normal sehingga harga jual di tingkat eceran bisa berangsur turun. Sementara itu, warga masyarakat berharap adanya langkah stabilisasi harga dari pemerintah daerah agar kebutuhan pokok tetap terjangkau dan tidak makin memberatkan daya beli harian. (Dia Vionita)
Editor : Iwan Iwe



















