PONOROGO - Harga komoditas telur ayam di Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya terus mengalami penurunan signifikan sepanjang April hingga Mei 2026. Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram.
Di tengah merosotnya harga telur tersebut, para peternak justru dihadapkan pada kenaikan harga pakan ternak yang terus melonjak. Kondisi ini membuat peternak semakin tertekan karena keuntungan yang diperoleh semakin menipis.
Darsih, pengelola toko grosir telur dan pakan ternak di Ponorogo, mengatakan penurunan harga telur terjadi cukup signifikan sejak pertengahan April hingga Mei.
“Harga telur sekarang turun terus. Sementara harga pakan malah naik. Peternak jadi semakin berat karena biaya produksi ikut naik,” ujar Darsih.
Menurutnya, harga konsentrat naik hingga Rp30 ribu per sak ukuran 50 kilogram. Selain itu, harga bekatul juga mengalami kenaikan dari Rp3.700 menjadi Rp4.500 per kilogram.
“Kenaikan pakan cukup terasa, terutama konsentrat dan bekatul. Banyak peternak sekarang hanya bertahan karena keuntungan sudah sangat tipis,” imbuhnya.
Kenaikan harga pakan tersebut membuat biaya operasional peternak terus membengkak. Sementara harga jual telur di pasaran belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Para peternak berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo dapat memberikan solusi atau langkah konkret agar harga telur kembali stabil dan biaya produksi peternak dapat ditekan.
Editor : JTV Madiun



















