SURABAYA - Wisma Jerman kembali menggelar Open House. Pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi energi dan Jerman dimasa depan menjadi tema yang diusung dalam open house yang digelar di kantor Wisma Jerman, Jalan Taman AIS Nasution No. 15 Surabaya.
Menurut Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman, acara yang digelar secara rutin setiap tahun ini tidak hanya memperkenalkan budaya dan bahasa Jerman kepada masyarakat. Namun juga untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap kesadaran terkait pemanfaatan hemat energi.
“Tema yang kami angkat tentang energi terbarukan dan efisiensi energi karena dua-duanya sangat penting saat ini dan masa depan. Jerman menjadi salah satu negara perintis di dua bidang tersebut dan di Indonesia banyak sekali potensi untuk energi terbarukan dan efisiensi energi dan kami disini ingin memberikan kontribusi untuk membangun kesadaran dua hal tersebut melalui kegiatan yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ujar Mike Neuber pada portaljtv.com, Minggu (13/8/2023).
Mike menuturkan hampir semua kegiatan yang digelar dalam kegiatan ini bertema energi terbarukan dan efisien energi. Seperti permainan tebak kata hingga workshop.
Melalui kegiatan ini pula Wisma Jerman membuka pintu secara lebar dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam tentang Jerman.
Acara open house yang dikonsep secara fun game ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ratusan pengunjung antusias datang ke Wisma Jerman dan mendapatkan pengalaman belajar bahasa dan budaya Jerman dalam acara tersebut.
“Acaranya seru tapi sayang saya datang terlambat ternyata di ruangan utama ada kelas bahasa kilat. Tema rally-nya tentang energi terbarukan tapi kita belajarnya dalam bahasa Jerman segala bentuk energi terbarukan seperti PLTA dalam bentuk puzzle, quiz, dan lain-lain,” kata Nilla, peserta mahasiswa yang datang dalam di acara open house Wisma Jerman.
Dalam acara open house Wisma Jerman open house ini, pengunjung bisa mengikuti sejumlah permainan. Salah satunya 10 macam rally games, hiburan musik, bazar hingga konsultasi bahasa Jerman. (Bagus Setiawan)
Editor : Julia Emidari