Siapa sangka, personel termuda SEVENTEEN yang selama ini dikenal lewat kemampuan dance dan rap-nya kini tampil dengan identitas yang sama sekali berbeda lengkap dengan jas biru, topi fedora, dan gaya bicara khas "om-om" era 90-an. Dino resmi memperkenalkan alter ego bernama Picheolin lewat mini album debutnya, "吉BOARD" (Gilboard), yang dirilis di seluruh platform musik digital pada Senin, (03/08/2026), pukul 18.00 KST.
Karakter ini bukan hal baru bagi penggemar setia SEVENTEEN atau CARAT. Sosok tersebut pertama kali muncul dalam video interlude acara fan meeting CARATLAND 2021, digambarkan sebagai "CEO karismatik" sekaligus produser penuh semangat dari agensi fiktif bernama BOMG. Kini, di bawah naungan Pledis Entertainment, Picheolin resmi naik level menjadi identitas musik solo penuh Dino.
Nama ini merupakan permainan kata cerdas dari istilah budaya musik jalanan Korea era 1990-an, yang dulu merujuk pada tangga lagu tidak resmi serta kompilasi kaset yang populer di jalanan semacam versi "liar" dari Billboard. Kata "吉" (Gil, berarti keberuntungan) dipadukan dengan kata "BOARD", melambangkan ambisi Picheolin mengubah jalanan menjadi panggungnya sendiri.
Sejak pengumuman pertama pada (11/05/2026), Dino menggarap proyek ini secara serius: ia terlibat langsung dalam penulisan lirik dan komposisi seluruh tujuh lagu bersama produser lama SEVENTEEN, BUMZU. Publik lebih dulu disuguhi dua pre-release single, "Love Sick" yang bernuansa city pop dengan narasi dari penyanyi legendaris Lee Moon-sae, serta "Crazy Crazy", sebelum akhirnya lagu utama "Let's Play" turut dirilis dalam album penuh.
Alih-alih sekadar merilis single solo biasa, Dino memilih jalur yang lebih berani: membangun persona utuh dengan latar cerita, gaya visual, hingga karakter musik yang berbeda total dari image SEVENTEEN. Langkah ini menunjukkan bagaimana idola K-pop masa kini semakin leluasa bereksperimen dengan identitas artistik di luar grup asalnya, tanpa kehilangan koneksi dengan basis penggemar yang sudah mengenal karakter tersebut sejak lama.
Bagi CARAT maupun pendengar musik pop Korea, kehadiran Gilboard menjadi bukti bahwa dunia idola kini punya ruang lebih luas untuk eksperimen kreatif dan Picheolin adalah salah satu contoh paling unik tahun ini. (Naswa Thalita Zada)
Editor : Iwan Iwe



















