TRENGGALEK - Dua pekerja penggali sumur di Kabupaten Trenggalek tewas tertimbun longsor saat memperdalam sumur milik seorang warga sedalam sekitar 20 meter. Proses evakuasi berlangsung selama hampir sembilan jam karena kedua korban tertimbun material tanah dan bebatuan.
Korban diketahui bernama Jumiyo (53) dan Nur Rohman (45), keduanya merupakan warga Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.
Peristiwa bermula saat kedua korban sedang memperdalam sumur. Namun, dinding sumur yang terdiri dari tanah bercampur batu tiba-tiba ambrol dan menimpa keduanya yang berada di dasar sumur. Akibatnya, kedua korban tertimbun material longsor dan tidak dapat menyelamatkan diri.
Mendapat laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan TNI langsung melakukan upaya evakuasi. Proses penyelamatan berlangsung cukup sulit karena posisi korban berada di kedalaman sekitar 20 meter dengan timbunan material mencapai sekitar satu meter.
Petugas akhirnya berhasil mengangkat kedua korban pada Selasa (4/8/2026) dini hari.
Usai dilakukan visum dan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, jenazah kedua korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja.
Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menceritakan proses evakuasi yang berlangsung selama berjam-jam.
"Kami melakukan evakuasi sejak pukul 17.00 di dalam sumur tersebut hingga pukul 20.30 masih melakukan pengerukan, bahkan berlanjut sampai pukul 01.00 dini hari. Alhamdulillah korban telah berhasil dievakuasi," ujarnya. (Mochammad Herlambang/Adiybah Fawziyyah)
Editor : M Fakhrurrozi



















