SURABAYA - Sektor pertambangan yang aman, tertib, dan profesional membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi serta kompetensi sesuai standar teknis.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur bersama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Kegiatan Pertambangan di Kantor PPSDM Geominerba.
Penandatanganan dokumen PKS dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Dr. MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt., M.Si., bersama Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho, S.T., M.B.A., sebagai bentuk sinergi dan komitmen nyata kedua institusi dalam meningkatkan kompetensi serta profesionalisme tenaga kerja di sektor pertambangan.
Kadis ESDM Jatim, Aftabuddin mengatakan melalui kerja sama ini, diharapkan dapat tersedia Pengawas Operasional maupun Kepala Teknik Tambang (KTT) yang kompeten, tersertifikasi, serta terdaftar secara resmi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
"Langkah strategis ini menjadi bagian integral dari komitmen bersama Pemprov Jawa Timur dan Kementerian ESDM untuk mendorong terciptanya tata kelola pertambangan yang tidak hanya taat asas dan legal, tetapi juga aman, tertib, profesional, bertanggung jawab, serta berwawasan lingkungan secara berkelanjutan," kata Aftabuddin dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Ke depan, lanjut Aftabuddin, program sertifikasi dan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas operasional pertambangan di Jawa Timur.
"Hal ini guna menjamin keselamatan kerja, kepastian teknis, dan pengelolaan sumber daya alam yang semakin baik bagi daerah," tandasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















