MALANG - Dua pemuda asal Kepanjen, Kabupaten Malang, yang dikabarkan hilang saat melakukan pendakian ke Gunung Semeru melalui jalur ilegal di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, akhirnya ditemukan selamat. Keduanya ditemukan di kawasan Ranu Kumbolo, Lumajang, setelah menyerahkan diri kepada petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Sebelumnya, kedua pendaki tersebut dilaporkan hilang ke Polres Malang pada Rabu (26/8/2026). Keduanya diketahui bernama Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kepanjen, Kabupaten Malang.
Keduanya diketahui mendaki melalui jalur ilegal atau tidak resmi di kawasan Tirtoyudo pada Senin (24/8/2026). Mereka berangkat dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Menurut pengakuan Yanuar, mereka mengetahui jalur tersebut dari TikTok dan kemudian tertarik untuk mencoba, meski medan yang dilalui cukup berbahaya.
Bekal yang awalnya diperkirakan cukup hingga Selasa terpaksa digunakan selama dua hari tiga malam. Keduanya bahkan harus bermalam di tengah rimba tanpa membawa tenda.
Salah satu pendaki yang selamat, Yanuar, kemudian menceritakan kepada petugas kronologi hingga dirinya bersama Dwi bisa sampai di kawasan tersebut.
Setelah ditemukan, keduanya dijemput oleh petugas Polsek Poncokusumo hingga perbatasan, kemudian diantarkan ke Polres Malang. Keduanya selanjutnya dipertemukan dengan orang tua yang sebelumnya melaporkan mereka hilang.
Kedua pendaki tersebut mengaku bersyukur akhirnya bisa selamat dan kembali bertemu dengan keluarga. Terlebih, banyak pendaki yang nekat melalui jalur ilegal tidak kembali dan bahkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsek Poncokusumo, AKP Iman Teguh Sugiharto, mengatakan kedua pemuda tersebut berangkat pada Senin dengan mengendarai sepeda motor melalui jalur ilegal. Padahal, kepada orang tuanya, keduanya mengaku akan mendaki melalui jalur Poncokusumo.
“Dalam pencarian, kami menyisir melalui jalur Poncokusumo. Sekitar pukul 11.00 WIB, kami menemukan mereka di Ranu Kumbolo, yang masuk wilayah Ranu Pani, Lumajang,” ujarnya.
Setelah ditemukan, kedua pendaki tersebut menyerahkan diri kepada petugas. Mereka diketahui sempat tidak minum selama beberapa jam sebelum akhirnya dibawa ke Polres Malang untuk dipertemukan dengan orang tua mereka. (Khaerul Anwar/Adiybah Fawziyyah)
Editor : Iwan Iwe



















