SIDOARJO - Beredar narasi di media sosial terkait pembongkaran gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Karangpuri di Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Sekolah tersebut diisukan sengaja dirobohkan hingga siswa terpaksa mengungsi ke balai desa demi lahan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Menanggapi isu liar tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama pihak desa dan pihak sekolah langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk meluruskan fakta.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menegaskan bahwa narasi pembongkaran TK demi Koperasi Desa Merah Putih adalah tidak benar. Pemindahan kegiatan belajar mengajar (KBM) murni dilakukan demi keselamatan para siswa karena kondisi fisik bangunan lama yang sudah lapuk dan hampir ambruk.
"Informasi dibongkar untuk KDMP itu salah. Awalnya ini karena sekolah TK sudah tidak layak digunakan untuk fasilitas pembelajaran, ada yang sebagian ambruk. Jadi keselamatan anak-anak yang utama," ujar Mimik usai melakukan sidak di Balai Desa Karangpuri.
Kepala Sekolah TK DWP Karangpuri, Nur Aini, turut membantah rumor penggusuran tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan gedung lama sudah sangat parah dan membahayakan keselamatan anak-anak serta para guru.
"Faktanya bukan dirobohkan tanpa alasan. Gedung lama itu rusak parah, atapnya sudah tidak menyangga tembok, kamar mandi retak lebar, dan dindingnya sudah merotoli (merekah). Sangat memprihatinkan, sampai dulu temboknya saya tutup banner supaya tidak kelihatan," ungkap Nur Aini, Jumat (28/8).
Melihat risiko bangunan roboh, pihak sekolah dan pemerintah desa sepakat merobohkan gedung lama pada akhir Desember 2025 lalu. Sejak saat itu, KBM dipindahkan sementara ke Balai Desa Karangpuri menggunakan ruang BPD dan dapur. Saat ini, kegiatan belajar mengajar di balai desa diikuti oleh 10 siswa TK B dan 4 siswa TK A.
Kepala Desa Karangpuri, Reni Susilowati, menambahkan bahwa rencana relokasi TK sudah bergulir jauh sebelum ada program koperasi.
"Kami tidak pernah ada inisiatif menggusur TK demi KDMP. Pemindahan ini murni karena gedungnya tidak layak. Baru setelah itu ada program pembangunan KDMP, sekalian lahannya difungsikan di sana," tegas Reni.
Pemerintah Desa Karangpuri kini telah menyiapkan lahan pengganti seluas 10 x 22 meter di bagian depan kawasan desa yang dinilai lebih strategis dan berada di tengah pemukiman warga. Untuk anggaran pembangunan gedung baru, Pemdes mengajukan alokasi Perubahan Anggaran Keuangan Bantuan Keuangan Khusus (PAK BKK) sekitar Rp 200 juta yang saat ini tengah dibahas bersama DPRD dan Pemkab Sidoarjo.
Editor : Iwan Iwe



















