SIDOARJO - Sebuah bangunan eks shelter kereta komuter milik PT KAI di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, disegel oleh pihak kepolisian bersama warga setempat. Langkah tegas ini diambil setelah area bangunan kumuh yang terbengkalai tersebut diduga kuat kerap dijadikan tempat berbuat mesum sesama jenis.
Menindaklanjuti laporan keresahan dari masyarakat sekitar, aparat dari Polresta Sidoarjo langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Namun, saat petugas tiba, bangunan liar tersebut kedapatan dalam kondisi kosong tanpa aktivitas.
“Kami bersama warga langsung mendatangi TKP dan melakukan pengecekan. Pada saat itu, kondisi di dalam bangunan memang sedang kosong,” ungkap Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Yudhi Anugrah Putra, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Meski tidak mendapati adanya pelaku di lokasi, petugas yang melakukan penggeledahan di dalam bangunan kosong tersebut menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya tindakan asusila secara berulang.
“Di dalam ruangan, kami menemukan beberapa barang bukti berupa botol minuman keras, komik berbau pornografi, serta sejumlah alat kontrasepsi,” imbuh Kompol Yudhi.
Melihat temuan tersebut, warga yang geram langsung mengumpulkan komik-komik berisi konten pornografi itu dan membakarnya di lokasi kejadian sebagai bentuk penolakan atas aktivitas menyimpang di lingkungan mereka.
Guna mengantisipasi agar bangunan terbengkalai tersebut tidak kembali disalahgunakan, pihak kepolisian dibantu oleh warga akhirnya memasang garis polisi (police line) di sekeliling bangunan sebagai tanda penyegelan resmi.
“Kami dari Satlantas Polresta Sidoarjo melakukan penyegelan sementara agar lokasi ini tidak lagi disalahgunakan untuk tindakan asusila yang mengganggu ketertiban umum,” tegas Kompol Yudhi.
Berdasarkan catatan historisnya, eks shelter milik PT KAI ini diketahui sudah berhenti beroperasi sejak tahun 2020 silam. Penutupan tempat ini seiring dengan dinonaktifkannya layanan naik-turun penumpang di Stasiun Sawotratap.
Terkait keberadaan bangunan kosong yang dinilai rawan memicu masalah sosial ini, pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas Satu Surabaya menegaskan bahwa bangunan eks shelter tersebut memang masuk dalam rencana pembongkaran. Lahan tersebut nantinya akan dibersihkan guna mendukung proyek pembangunan jalur kereta api perkotaan modern, Surabaya Regional Railway Line (SRRL). (Bagus Riyanto/Dia Vionita)
Editor : Iwan Iwe



















