PASURUAN - Guna mencegah terjadinya bencana longsor di area tanah gerak, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama pihak swasta dan pegiat lingkungan melakukan aksi penanaman ribuan pohon di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi. Langkah ini diambil sebagai upaya rehabilitasi lahan kritis yang sebelumnya telah merusak sejumlah rumah warga.
Ratusan orang dari berbagai elemen, mulai dari Pemkab Pasuruan, TNI, Polri, hingga pegiat lingkungan dan pihak swasta berkumpul di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, pada Selasa pagi. Mereka bergotong-royong melakukan gerakan tanam dan pelihara pohon di atas lahan yang berstatus rawan bencana tanah gerak. Sebanyak empat ribu lebih bibit pohon produktif, seperti alpukat dan nangka, ditanam di kawasan ini untuk memperkuat struktur tanah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga ke depannya.
Syaifudin Ahmad, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan menerangkan bahwa aksi ini adalah antisipasi agar bencana tanah gerak dapat teratasi. Berdasarkan kajian BPBD Provinsi Jawa Timur, kawasan ini masuk dalam zona merah rawan gerak tanah sehingga reboisasi masif menjadi harga mati untuk menekan risiko bencana.
”Mitigasi bencana yang dilakukan adalah dilakukannya penanaman pohon di sekitar lahan yang kritis. Sehingga ini antisipasi lingkungan masyarakat, agar bencana tanah gerak dapat teratasi, karena bencana ini sudah ada kajiannya dari BPBD Jawa Timur,” terangnya.
Baca Juga : Tanah Gerak Putus Jalan Alternatif dan Ancam Rumah Warga di Ponorogo
Sementara itu, pihak Perhutani KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto, menegaskan bahwa kerja sama antarsektor sangat dibutuhkan. Mengingat ancaman bencana alam semakin nyata, pemulihan lahan kritis tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja.
“Lahan kritis memang harus ditangani secara bertahap. Kita reboisasi, hijaukan kembali, karena ini semua merupakan bagian dari kawasan perlindungan untuk melindungi masyarakat. Termasuk di lokasi desa yang ada tanah gerak, terdapat upaya untuk menanam,” jelasnya.
Meski empat ribu pohon telah ditanam, pemerintah daerah berharap aksi sosial ini terus berlanjut mengingat masih ada puluhan hektar lahan kritis di wilayah Purwodadi yang membutuhkan penanganan serupa. (Nata Renata)
Editor : Iwan Iwe



















