MOJOKERTO - Pasar Keramat menjadi salah satu pasar tradisional berbasis budaya di Kabupaten Mojokerto yang menawarkan pengalaman berbelanja dengan nuansa tempo dulu. Pasar ini berlokasi di Dusun Pong Boto, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dan hanya buka pada Minggu Wage dan Minggu Kliwon, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Nama Pasar Keramat merujuk pada nama panggilan kampung Kramatjetak yang telah lama dikenal masyarakat luas. Selain sebagai nama wilayah, kata keramat juga dimaknai secara filosofis dalam ungkapan Jawa, “Keramut ben manfaat mugio kajugrukan rahmat saking ngersani Gusti Kang Maha Rahmat,” yang berarti harapan agar segala aktivitas membawa manfaat dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tersebut tercermin dalam konsep pasar yang tidak hanya berfokus pada transaksi ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya dan kebersamaan.
Keunikan Pasar Keramat terletak pada sistem pembayarannya yang menggunakan uang gobog berbahan bambu. Pengunjung wajib menukarkan uang rupiah di pintu masuk pasar, dengan nilai 1 gobog setara Rp2.000. Pengunjung diimbau menukar gobog secukupnya karena sisa koin tidak dapat diuangkan kembali. Sistem ini menciptakan suasana pasar tradisional yang berbeda dari pasar pada umumnya.
Beragam jajanan pasar dijajakan dengan harga mulai satu gobog, seperti kue lumpur, kue lapis, kue putu, getuk, onde-onde, gorengan, hingga kerupuk puli gantung. Beberapa pedagang memasak langsung di hadapan pembeli, salah satunya pembuatan kue serabi. Sementara itu, makanan berat dibanderol mulai empat gobog, seperti lontong sate dan sego wader, serta minuman dengan harga mulai dua gobog. Selain itu, tersedia pula penjual mainan tradisional dan pernak-pernik berbahan bambu.
Baca Juga : Jajanan Tradisional Jadi Buruan Warga Saat Ramadan
Sejumlah pengunjung menilai Pasar Keramat sebagai ruang budaya yang menarik. Arif Pandu Pramudana dalam ulasan Google menyebutkan, “Bagus banget, ada panggung gelar budaya dan pasar yang menjual makanan tradisional. Menariknya, belanja harus menggunakan mata uang khusus yang ditukar di pintu masuk, 1 gobog senilai Rp2.000.”
Pasar Keramat juga kerap menjadi ruang kegiatan sosial dan edukatif. Berbagai agenda seperti peringatan Hari Bambu Nasional, lomba menggambar tingkat sekolah dasar, sedekah bumi, ruwahan, hingga kunjungan edukasi dari sekolah dan perguruan tinggi rutin digelar di kawasan pasar. Pengunjung lain, Moch Aviv, juga mengapresiasi suasana Pasar Keramat yang bernuansa jadul namun tetap bersih. “Menikmati suasana jadul di Pasar Keramat. Banyak jajanan dan mainan tradisional, serta tersedia tempat cuci tangan dan tempat sampah,” tulisnya.
Untuk kenyamanan pengunjung, pengelola menyediakan area parkir dengan tarif Rp8.000 untuk mobil dan Rp5.000 untuk sepeda motor. Dengan konsep tradisional yang kuat dan aktivitas budaya yang beragam, Pasar Keramat menjadi destinasi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata budaya sekaligus kuliner khas Mojokerto. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe

















