BANGKALAN - Personel Satpol PP Kabupaten Bangkalan mengamankan empat pelajar jenjang SMA dan SMK yang kedapatan membolos saat jam pelajaran berlangsung dalam operasi rutin di sejumlah wilayah Kota Bangkalan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sepasang siswa-siswi SMK yang diduga merupakan pasangan kekasih saat sedang berduaan di salah satu destinasi wisata di daerah Gladak Lanjhang, Bangkalan. Keduanya langsung diangkut menggunakan mobil patroli menuju Mako Satpol PP untuk pendataan lebih lanjut.
Penyisiran petugas berlanjut ke area Stadion Gelora Bangkalan (SGB), di mana personel Satpol PP kembali berhasil mengamankan dua siswi Madrasah yang juga tengah membolos. Secara keseluruhan, satu siswa laki-laki dan tiga siswi perempuan tersebut kemudian dibawa ke kantor Mako Satpol PP di Jalan Soekarno Hatta, Bangkalan, untuk menjalani pembinaan khusus. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penegakan kedisiplinan pelajar di lingkungan Kabupaten Bangkalan.
Kasatpol PP Kabupaten Bangkalan, M. Hasbullah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan pendataan dan pembinaan kepada para pelajar tersebut sebelum akhirnya menghubungi pihak sekolah serta orang tua masing-masing. Koordinasi ini bertujuan agar para orang tua lebih aktif menjalin komunikasi dengan pihak sekolah mengenai kehadiran putra-putri mereka. Hasbullah menyebutkan bahwa dalam setiap operasi rutin, rata-rata terdapat empat hingga enam pelajar yang terjaring. “Kalau dalam operasi rutin ini rata-rata ada enam, empat, dan sesuai SOP kami, sudah kami kondisikan dan koordinasikan dengan pihak sekolah dan wali murid,” jelasnya.
Mirisnya, temuan siswa membolos ini bukan merupakan kejadian pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi dalam setiap operasi rutin yang dilaksanakan personel Satpol PP Bangkalan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi instansi terkait guna menekan angka kenakalan remaja di wilayah tersebut. Setelah diberikan pengarahan dan pembinaan mental, para siswa tersebut diperbolehkan pulang dengan syarat wajib dijemput oleh orang tua atau wali murid masing-masing. (Moch Sahid/Nata Renata)
Editor : Iwan Iwe



















