JEMBER - Isu konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia hingga kasus kekerasan yang masih terjadi di lingkungan pendidikan menjadi sorotan dalam Halaqah Bu Nyai Nusantara di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Sabtu siang.
Kegiatan ini dihadiri ratusan ulama perempuan dan pengasuh pesantren dari berbagai kabupaten di Jawa Timur.
Melalui forum bertema “Pesantren untuk Perdamaian Dunia”, para peserta diajak memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan yang menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan kemanusiaan.
Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Hepni, menyebut peran bu nyai sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan sosial dan digital yang semakin kompleks. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang membangun kesadaran sosial dan perdamaian.
Dalam halaqah ini, para peserta juga menyatakan sikap bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Selain itu, para bu nyai diajak lebih aktif memberikan edukasi kepada santri agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu.
Halaqah ini juga diisi dengan ngaji bersama dan pembacaan ikrar perdamaian oleh seluruh peserta. Ketua Bu Nyai Nusantara Jember, Najmah Fairus, menegaskan kaum perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai damai mulai dari lingkungan keluarga hingga pesantren.
Dari kegiatan ini, diharapkan pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara keilmuan, tetapi juga memiliki sikap humanis dan menjunjung tinggi perdamaian.
Editor : JTV Jember



















