NEW YORK - Kota New York di Amerika Serikat resmi mengumumkan kebijakan tegas untuk melarang penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) generatif di sekolah negeri bagi seluruh siswa hingga kelas delapan yang berlaku terhitung sejak hari Kamis (3/9/2026).
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga hubungan interaksi sosial antarmanusia di dalam ruang kelas serta melindungi tumbuh kembang anak agar tidak tumpul kemampuan berpikirnya. Kemajuan teknologi tidak boleh dibayar dengan hilangnya kemampuan berpikir generasi penerus.
"Anak-anak membutuhkan guru dan interaksi manusia agar dapat belajar dan berkembang. Mereka perlu mengembangkan keterampilan bersama teman-temannya, membangun hubungan dengan para pendidik, serta menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan sulit dengan kemampuan mereka sendiri," ujar Zohran Mamdani.
Selain itu, Zohran Mamdani juga menyoroti upaya dari pihak industri teknologi yang kerap memaksa penerapan sistem digital di tingkat pendidikan dini, padahal hal tersebut dinilai tidak selamanya memberikan dampak positif bagi perkembangan kognitif anak-anak.
"Industri teknologi ingin membuat kita percaya bahwa AI dalam pendidikan usia dini bukan hanya sesuatu yang tidak terhindarkan, tetapi juga sesuatu yang diperlukan. Kami tidak melihatnya seperti itu," tambahnya.
Berikut adalah rincian poin-poin kebijakan pembatasan AI dan perangkat digital di sekolah negeri New York:
- Larangan bagi Siswa hingga Kelas 8: Seluruh siswa dari jenjang sekolah dasar hingga kelas 8 SMP dilarang menggunakan AI secara langsung di sekolah.
- Pembatasan Waktu Layar (Screen Time): Departemen Pendidikan New York merekomendasikan batas penggunaan perangkat digital maksimal 30 menit per kelas untuk siswa sekolah dasar dan 45 menit untuk siswa kelas 6 sampai 8.
- Pengecualian Terbatas: Siswa berkebutuhan khusus atau peserta program tertentu tetap diberikan akses teknologi bantu sesuai kebutuhan pengawasan ketat.
- Peran Guru: Guru tetap diperbolehkan menggunakan AI untuk membantu menyiapkan materi pembelajaran dan pekerjaan administratif pendukung.
- Ketentuan Siswa SMA: Siswa SMA atau mulai kelas 9 masih diperbolehkan menggunakan AI untuk kebutuhan tertentu, termasuk mempelajari teknologi AI secara terarah.
Langkah berani yang diambil oleh Pemerintah Kota New York ini diharapkan mampu menjadi panduan penting dalam menjaga kualitas kognitif anak-anak di tengah gempuran disrupsi digital global saat ini. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















