JAKARTA - Sebuah video perdebatan antara pengamat politik Rocky Gerung dan perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendadak viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @faktaindo pada Kamis (3/9/2026). Dalam rekaman tersebut, kedua pihak terlibat adu argumen yang cukup sengit terkait wacana penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia.
“Prinsip kita di Indonesia itu nggak boleh hukuman mati,” tegas Rocky Gerung dalam video tersebut.
Rocky secara tegas menolak wacana hukuman mati karena menilai sistem peradilan memiliki celah kesalahan manusia (human error) yang sangat berbahaya. Ia beralasan bahwa sanksi pidana mati tidak bisa dibatalkan jika di kemudian hari ditemukan kesalahan vonis pada orang yang ternyata tidak bersalah.
“Kalau ada 10 orang, 9 orang hukuman mati, satu tidak. Yang 9 ini ternyata tidak bersalah, yang satu ini bersalah gimana? Kalau anakmu, istrimu dihukum mati tapi kamu tahu dia tidak bersalah. Dia dimasukkan dalam sistem yang tidak adil. Sistem ini bisa menghukum mati orang,” tambah Rocky.
Di sisi lain, perwakilan dari AMPB menyampaikan pandangan yang sangat kontras dengan argumen yang disampaikan oleh Rocky Gerung. Pihak aliansi menilai bahwa kejahatan luar biasa seperti korupsi sudah sepatutnya diganjar dengan sanksi terberat guna memberikan efek jera yang nyata bagi para pelaku.
“Rakyat Indonesia sepakatnya koruptor itu dibunuh,” ujar perwakilan AMPB dengan tegas.
Perwakilan AMPB tetap bersikukuh bahwa penerapan sanksi hukuman mati merupakan langkah paling efektif dalam memberantas praktik korupsi di tanah air. Perdebatan ini mencerminkan perbedaan pandangan yang tajam antara aspek perlindungan hak asasi manusia serta risiko kesalahan sistem peradilan hukum versus tuntutan publik yang menginginkan hukuman luar biasa bagi koruptor. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















