SURABAYA - Pemilihan Unesa sebagai lokasi apel bukan sekadar persoalan tempat. Kampus tersebut dinilai memiliki telah memberikan komitmen nyata dalam memberikan ruang bagi generasi muda berprestasi di bidang kepramukaan.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Muhammad Arum Sabil, mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun masa depan Gerakan Pramuka.
Menurutnya, Pramuka tidak semestinya hanya berhenti pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Justru, nilai-nilai kepramukaan dapat dikembangkan lebih luas ketika anggota Pramuka memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“Kita memilih Unesa pertama karena tempatnya. Yang kedua karena memang ini apresiasi kepada Unesa,” kata Arum Sabil.
Ia menjelaskan, apresiasi tersebut diberikan setelah Unesa membuka kesempatan bagi anggota Pramuka melalui jalur khusus. Tahun ini, sebanyak 100 anggota Pramuka mendapatkan kesempatan menjadi mahasiswa Unesa melalui beasiswa.
“Jadi tahun ini, ini-adik Pramuka bisa diterima kuliah di Unesa melalui jalur khusus Pramuka. Ada 100 adik-adik Pramuka yang menjadi mahasiswa di sini dengan beasiswa,” ujarnya.
Tidak hanya bagi mahasiswa, kesempatan juga diberikan kepada para pembina Pramuka. Arum mengatakan, pembina Pramuka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 juga mendapat kesempatan dari Unesa.
“Bahkan sekarang bagi kakak-kakak pembina yang mau melanjutkan S2 juga diberikan kesempatan oleh beliau Rektor Unesa,” katanya.
Hal tersebut dibenarkan Rektor Unesa Prof Nurhasan. Ia menegaskan pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada anggota Pramuka yang selama ini aktif menjalankan berbagai program untuk kepentingan masyarakat. Program tersebut antara lain bedah rumah dan ketahanan pangan.
“Jadi skema ini adalah skema untuk beri apresiasi teman-teman Pramuka yang betul-betul mempunyai program-program untuk kepentingan masyarakat,” kata Nurhasan.
Ia menyebut, Unesa juga mendukung berbagai program Pramuka yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Jawa Timur. Karena itu, Unesa menyiapkan beasiswa tidak hanya untuk jenjang S1, tetapi juga S2 dan S3 bagi anggota Pramuka yang mendapatkan rekomendasi dan persetujuan dari Kwarda Pramuka Jatim.
“Kami salah satu perguruan tinggi akan mendukung sepenuhnya program-program untuk kepentingan masyarakat, bahkan kami akan menyiapkan beasiswa untuk teman-teman Pramuka yang hebat-hebat ini yang siapa-siapanya akan ditentukan oleh Ketua dalam rangka meningkatkan kompetensi,” ujarnya.
Menurut Nurhasan, peningkatan kompetensi tersebut penting agar anggota dan pembina Pramuka mampu menghadapi perubahan zaman.
Ia berharap para penerima beasiswa nantinya dapat meneruskan ilmu yang diperoleh kepada generasi Pramuka berikutnya.
“Karena ini untuk kepentingan bangsa dan negara. Jadi kita memberikan beasiswa untuk Pramuka tidak hanya S1, tapi S2 dan S3,” tuturnya.
“Agar mereka atau pembina-pembina akan memberikan ilmunya nanti pada adik-adiknya, dan pada gilirannya kami yakin akan mampu mewarnai mimpi kita bersama di tahun 2045,” imbuhnya.
Terkait kuota, Nurhasan mengatakan jumlahnya menyesuaikan dengan permintaan Kwarda Jatim.
“Kemarin minta 100, ya langsung kita bilang setuju,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan Unesa memberikan kuota sekitar 7.000 orang setiap tahun melalui berbagai jalur. Jalur tersebut di antaranya jalur prestasi keagamaan, prestasi kepemimpinan, prestasi Pramuka, hingga golden ticket. Untuk prestasi keagamaan, jalur tersebut terbuka bagi semua agama.
Sementara golden ticket diberikan kepada mereka yang memiliki kelebihan tertentu di era digital dan kecerdasan buatan.
“Ya, ada golden ticket bagi yang mempunyai kelebihan-kelebihan di era digital, AI, punya follower banyak, itu kita beri apresiasi,” katanya.
Nurhasan berharap langkah yang dilakukan Unesa dapat menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lainnya untuk melakukan hal serupa.
“Negara kita besar. Unesa seperti pemantik. Harapannya, perguruan tinggi yang lain ikut. Ikut ada jalur kepramukaan seluruh Indonesia seperti di Unesa,” ujarnya.
Ketahanan Pangan Jadi Salah Satu Fokus Gerakan Pramuka
Selain penguatan Pramuka di perguruan tinggi, ketahanan pangan menjadi salah satu topik utama dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 di Jawa Timur.
Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Pramuka Jatim, Arumi Bachin Emil Dardak mengatakan program ketahanan pangan telah berjalan cukup lama dan terus dikembangkan secara serentak di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kita seluruh Pramuka Kwarda Jawa Timur memperingati atau melaksanakan Apel Dirgahayu Pramuka yang ke-65 tahun 2026. Dan salah satu topik utama yang kita angkat adalah ketahanan pangan,” kata Arumi.
Menurutnya, antusiasme anggota Pramuka di berbagai daerah terhadap program tersebut sangat tinggi. Dan telah menjadi gerakan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.
“Sudah berjalan, sebetulnya sudah lama, cukup lama untuk program bedah rumahnya dan ditambah dengan ketahanan pangan yang luar biasa serentak yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.
“Kita melihat antusias dari seluruh lapisan Pramuka yang ada di Jawa Timur begitu luar biasa,” imbuh Arumi.
Ia mengatakan, sejumlah anggota dan kelompok Pramuka juga mendapatkan apresiasi serta penghargaan atas berbagai program yang telah dijalankan.
“Tadi kita saksikan sama-sama banyak apresiasi dan penghargaan yang diberikan di segala jenjang karena itu pun mendapatkan penghargaan itu sudah melalui banyak proses,” katanya.
Program ketahanan pangan yang dilakukan Pramuka kini tidak hanya sebatas menghasilkan pangan untuk konsumsi. Pramuka Jatim bahkan mulai menghasilkan benih unggul. Salah satunya adalah benih unggul jagung yang diberi label KIP yang merupakan akronim dari Kolaborasi Inovasi Polri.
Editor : Ferry Maulina



















