PROBOLINGGO - Kemarau yang melanda kabupaten Probolinggo dalam beberapa bulan terakhir mulai menimbulkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Setidaknya 19 desa yang tersebar di 7 kecamatan terdampak kekeringan.
Salah satu wilayah yang mengalami krisis air bersih adalah dusun Paoan desa Tegalsono kecamatan Tegalsiwalan.
Sejak sumber air warga mongering Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Probolinggo secara berkala menyuplai air bersih ke wilayah ini.
Kedatangan truk tangki berisi air bersih langsung diserbu warga, dengan membawa jirigen galon dan berbagai wadah lainnya warga berdatangan untuk mendapatkan air bersih.
Dalam satu kali distribusi BPBD menyalurkan sebanyak 10 ribu liter air bersih kepada 112 kepala keluarga.
Penyaluran dilakukan di dua titik dengan masing-masing menerima sebanyak 5 ribu liter air.
Distribusi air bersih dilakukan karena kekeringan di wilayah ini telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Air yang diterima warga digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Nurhayati salah satu warga mengaku harus berhemat menggunakan air selama musim kemarau.
"Untuk kebutuhan mandi dan mencuci saya mengurangi penggunaan air. Sedangkan air bersih yang saya dapat lebih diutamakan untuk kebutuhan minum dan memasak", jelas Nurhayati lagi.
Berdasarkan data BPBD kabupaten Probolinggo sedikitnya 19 desa di 7 kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
“Ketujuh kecamatan tersebut yaitu kecamatan Tiris, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto Leces, Kuripan, Tongas untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD terus melakukan pendistribusian air ke wilayah terdampak” jelas Oemar Sjarief Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo ditemui siang tadi (03/09/2026).
Kekeringan dan krisis air bersih yang terjadi hampir setiap tahun menjadi perhatian pemerintah. Sebagai upaya jangka panjang pemerintah kabupaten Probolinggo merencanakan pembangunan 17 sumur bor di sejumlah wilayah rawan kekeringan ekstrem.
Sumur bor diharapkan mampu menjadi sumber air alternatif sehingga warga tak lagi sepenuhnya bergantung pada distribusi air bersih saat musim kemarau tiba.
Editor : Ferry Maulina



















