SURABAYA - Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Melalui kegiatan penyembelihan dan distribusi hewan qurban yang digelar di Graha Kadin Jawa Timur, Rabu (27/5/2026), dunia usaha menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial yang hadir di tengah masyarakat.
Pada pelaksanaan Iduladha tahun ini, Kadin Jawa Timur menerima amanah hewan qurban berupa 8 ekor sapi dan 18 ekor kambing. Hewan qurban tersebut berasal dari kontribusi Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, serta partisipasi dan kepedulian para pengurus Kadin Jawa Timur yang bersama-sama mendukung kegiatan tahunan tersebut.
Ketua panitia pelaksana, Heru Pramono, mengatakan bahwa momentum Idul Adha memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar pelaksanaan ibadah tahunan. Menurutnya, qurban menjadi sarana untuk memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Heru.
Baca Juga : Warga Binaan Lapas Banyuwangi, Kompak Nyate Bareng di Momen Idul Adha
Daging hewan qurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui 1.750 lembar kupon. Penyaluran dilakukan kepada masyarakat sekitar Graha Kadin Jawa Timur, kaum duafa, sejumlah panti asuhan, serta pondok pesantren di Surabaya. Pembagian dilakukan secara tertib agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut dinilai semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat masih menjadi persoalan yang dirasakan sebagian kalangan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, Jawa Timur tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada awal 2026 masih ditopang oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konsumsi rumah tangga. Namun, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok membuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi semakin penting.
Baca Juga : Idul Adha Berbagi: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Cak Yebe Salurkan 41 Hewan Kurban
Heru menilai, keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan sosial seperti qurban merupakan bagian dari tanggung jawab moral pelaku usaha kepada masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan qurban menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pengusaha dan masyarakat. Kehadiran dunia usaha, lanjutnya, tidak hanya diukur dari kontribusi ekonomi semata, tetapi juga sejauh mana mampu memberikan manfaat sosial secara nyata.
Baca Juga : Kurangi Limbah Plastik, Masjid Al-Khalid Bagikan Daging Kurban dengan Daun Jati dan Besek
Bagi Kadin Jawa Timur, kegiatan qurban tahunan tidak hanya menjadi tradisi organisasi, tetapi juga bentuk komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Semangat berbagi yang dibangun melalui Iduladha diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.
“Marilah kita jadikan momen Iduladha sebagai wujud kepedulian, berbagi dengan hati, dan menguatkan kebersamaan bersatu dalam kebaikan,” pungkas Heru.(*)
Editor : M Fakhrurrozi



















