SURABAYA - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Surabaya kian meresahkan warga dan tidak pandang bulu. Kali ini, sepeda motor milik seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya digasak pelaku yang beraksi dengan santai. Aksi tersebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV hingga viral di media sosial.
Peristiwa ini menimpa Gonggo Kriswantoro, petugas Damkar Kota Surabaya, yang rumahnya berada di kawasan Jalan Tanah Merah Sayur 2, Surabaya. Aksi pencurian terjadi pada Minggu siang.
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, tampak pelaku mengenakan jaket biru dan topi putih dengan santai membobol kunci sepeda motor Honda Vario berwarna hitam bernomor polisi L-2569-CAD yang terparkir di halaman rumah korban.
Aksi pencurian tersebut dilakukan saat Gonggo tengah menjalankan tugas di Damkar. Sepeda motor yang digasak pelaku diketahui biasa digunakan oleh anaknya sehari-hari.
Baca Juga : Komplotan Maling Gasak Motor Milik Karyawan Swalayan
Gonggo, yang menjabat sebagai Kepala Pos Damkar Menur Surabaya, mengaku tidak habis pikir aksi pencurian bisa terjadi di gang sempit dekat rumahnya. Ia menduga pelaku lebih dari satu orang dan sempat memantau situasi sekitar sebelum memanfaatkan kelengahan putrinya untuk membawa kabur sepeda motor tersebut.
"Diprediksi dua orang, yang satu ambil motor, yang satu lari ke timur. Kunci motor masih tertinggal," ujar Gonggo Kriswantoro, korban pencurian.
Kasus pencurian ini telah dilaporkan ke Polsek Kenjeran Surabaya. Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap identitas pelaku.
Baca Juga : Dua Bocah Maling Motor Terekam CCTV
Kasus ini menambah daftar panjang aksi pencurian kendaraan bermotor di Surabaya yang kian meresahkan warga, tak terkecuali mereka yang berprofesi sebagai abdi negara sekalipun. Warga diimbau untuk lebih waspada dan memastikan keamanan kendaraan, khususnya saat ditinggal dalam kondisi rumah kosong. (*)
Editor : Iwan Iwe

















