PROBOLINGGO - Warga Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tepatnya di sebelah barat Stasiun Probolinggo, digegerkan penemuan mayat perempuan, pada Sabtu (13/6/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Aisiyah (68), warga Jalan Ikan Banyar, Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Korban tewas usai tertabrak Kereta Api Blambangan Ekspres jurusan Jakarta–Banyuwangi.
Korban tewas dengan luka berat di kepala dan dada. Dalam rekaman video amatir yang beredar, jasad korban terlihat tergeletak di tengah rel sesaat setelah tertabrak kereta api.
Polisi yang tiba di lokasi, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan visum.
Baca Juga : Tips Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil saat Hari Raya Idul Fitri
Deni Yoga, warga sekitar, mengaku sempat melihat korban berjalan menuju rel sebelum kejadian.
"Sebelum tertabrak KA, korban yang berpakaian daster merah muda ini terlihat keluar dari gang kecil yang berada di dekat rel kereta api. Setelah itu berjalan ke arah tengah rel," kata Deni Yoga.
Yoga tidak mengetahui secara pasti apakah korban sengaja berada di tengah rel atau tidak menyadari datangnya kereta api.
"Saya tidak tahu pasti apakah memang sengaja atau tidak. Yang jelas korban berjalan di area rel. Setelah kejadian kami langsung menghubungi polisi karena korban juga tidak membawa identitas," katanya.
Sementara itu, keluarga korban yang datang ke kamar jenazah tampak histeris dan tidak menyangka Nenek Aisiyah meninggal dengan cara mengenaskan.
Usnan, salah satu anggota keluarga korban, mengungkapkan bahwa korban selama ini tinggal bersama cucunya. Pada Jumat (12/6/2026) malam sekitar pukul 00.00 WIB, korban keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
"Kami baru tahu setelah ada kabar dari warga. Korban keluar rumah tengah malam tanpa memberitahu siapa pun," ujar Usnan.
Ia menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir korban menderita penyakit diabetes yang membuat kondisi fisik dan mentalnya menurun.
"Almarhumah memang punya riwayat sakit gula atau diabetes. Belakangan sering mengeluhkan penyakitnya dan beberapa kali berbicara ingin meninggal lebih cepat karena merasa lelah dengan sakit yang dideritanya," ungkapnya.
Meski demikian, keluarga menegaskan bahwa kondisi kesehatan korban sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
"Kalau secara medis sebenarnya sudah mulai membaik. Kami juga terus mendampingi dan memberikan pengobatan. Karena itu kami sangat terpukul dengan kejadian ini," katanya.
Usnan menambahkan, jarak rumah korban dengan lokasi kejadian sekitar satu kilometer.
"Rumah almarhumah tidak terlalu jauh dari lokasi, sekitar satu kilometer. Kami tidak menyangka beliau berjalan sejauh itu seorang diri pada malam hari," imbuhnya.
Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Setelah proses visum selesai dilakukan, jenazah Aisiyah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















