PONOROGO - Sebanyak enam anakan ular kobra jawa berhasil ditangkap oleh warga di Perumahan Emerald, Kecamatan Siman, Ponorogo. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD segera melakukan penelusuran guna mengevakuasi indukan kobra yang diduga masih bersembunyi di kawasan tersebut.
Aktivitas ular berbisa ini awalnya terekam kamera CCTV saat seekor kucing membawa salah satu anakan ular di sebuah rumah di Perumahan Emerald Town House, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Ponorogo, pada Senin (10/2/2026) pukul 05.00 WIB. Mengejutkan, ternyata ular tersebut bukan satu-satunya, melainkan terdapat belasan anakan lainnya yang berkeliaran di area perumahan. Warga yang mengetahui hal tersebut langsung bergotong royong untuk mengevakuasi ular-ular mematikan itu.
Empat di antaranya berhasil ditangkap warga dalam keadaan mati, sementara seekor anakan lainnya ditangkap hidup-hidup oleh petugas Damkar dan BPBD. Hingga kini, induk kobra dilaporkan menghilang dan masih dalam proses pencarian intensif. Menurut warga, kemunculan ular berwarna hitam tersebut sangat meresahkan lantaran bisanya yang mematikan dapat membahayakan penghuni perumahan, terutama anak-anak.
“Ular kobra ternyata terekam CCTV keluar di jam 5 subuh. Karena khawatir di wilayah perumahan banyak anak kecil, maka dari itu anak-anak mesti dijaga agar tidak bermain di tempat yang dilalui ular berbisa,” ujar Muhammad Pradipta, salah satu warga setempat.
Baca Juga : Reyogland HipHop: Rumah Kolaborasi dan Nafas Kolektif Musisi di Jantung Ponorogo
Proses pencarian pada Senin (10/2) pukul 14.00 WIB sempat terkendala jarak pandang yang terbatas karena lingkungan perumahan yang luas serta rerumputan yang rimbun. Hingga sore hari, petugas belum berhasil menemukan keberadaan indukan kobra tersebut.
“Proses evakuasi ular kobra terdapat banyak kendala seperti tanaman rimbun dan jarak pandang kami minim, sedangkan ular kobra memiliki sifat yang agresif jadi cepat mematuk. Untuk ke depannya kami mencari induk ular tersebut agar warga di sini merasa aman,” ujar Gemilang Aditya, petugas BPBD.
Petugas menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan mengingat jenis kobra jawa memiliki bisa yang sangat tinggi dan dapat mengancam nyawa. Warga pun diimbau untuk sementara waktu menghindari area rerumputan rimbun dan segera melapor jika kembali melihat keberadaan binatang melata tersebut. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















