PONOROGO - Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo telah menyerap 8.600 ton jagung pipil dari petani sepanjang Januari hingga Juli 2026. Penyerapan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan jagung sebagai bahan pakan ternak melalui program Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Capaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mengamankan stok pangan dan mendukung kesejahteraan petani lokal di wilayah kerja Ponorogo dan sekitarnya.
"Alhamdulillah, dari target 9.000 ton, kami sudah menyerap jagung sejumlah 8.600 atau setara 90%," ujar Budiwan, selaku Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo.
Hingga akhir Juli 2026, Bulog Kantor Cabang Ponorogo mencatat jumlah penyerapan jagung pipil petani telah mencapai 95 persen dari target yang ditetapkan oleh Bulog pusat sebesar 9.000 ton. Jagung yang diserap tersebut utamanya digunakan untuk mendukung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP jagung, khususnya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di pasaran.
Dalam praktiknya, Bulog menetapkan standar harga pembelian yang adil berdasarkan kadar air jagung guna menjaga kualitas pasokan yang diterima dari para petani lokal.
"Dan alhamdulillah, dari pusat juga memberikan penugasan pada kami untuk menyalurkan SPHP jagung kepada peternak yang sudah ditunjuk oleh Kementan," ucapnya, Sabtu (8/8/2026).
Selain memaksimalkan penyerapan dari petani, pihak Bulog juga mendapatkan penugasan penting untuk menyalurkan jagung SPHP secara langsung kepada para peternak yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.
Berdasarkan data operasional hingga akhir Juli, penyaluran jagung SPHP telah menyentuh angka sekitar 6.500 ton dari total kuota penyaluran untuk wilayah Ponorogo, Magetan, dan Pacitan yang mencapai sekitar 10.900 ton.
Baca Juga : Pemkab Ponorogo Siap Evaluasi Perbup Tunjangan DPRD Usai Muncul Kasus Dugaan Korupsi
Mayoritas penerima program ini merupakan peternak ayam petelur yang sangat terbantu dengan harga jual jagung SPHP yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran umum.
"Sampai saat ini kuota yang diberikan kepada peternak yang di daerah Magetan, Madiun, Ponorogo, dan Pacitan, yaitu sekitar 10.900," pungkas Budiwan. (*)
Baca Juga : Musim Kemarau Panjang, PMI Ponorogo Mulai Dropping Air Bersih ke Daerah Terdampak
Editor : M Fakhrurrozi



















