SURABAYA - Mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga Kelurahan Sidodadi II, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, melaksanakan program bidang garap lingkungan melalui pelatihan pembuatan komposter dan pemasangan label nama tanaman sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Pelatihan pembuatan komposter dilaksanakan di tiga wilayah, yakni RW 07 pada Rabu (29/7/2026) di PAUD Seruni 1, serta RW 01 dan 06 pada Sabtu (1/8/2026) di balai RW masing-masing. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas Ketua RW, perwakilan RT, warga, serta Kader Surabaya Hebat (KSH) Kelurahan Sidodadi II, Romlah.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos menggunakan komposter. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Jumlah peserta yang hadir bahkan melebihi target undangan yang telah ditetapkan. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan komposter.
Selain pelatihan komposter, mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga juga melaksanakan pemasangan label nama berbagai jenis tanaman di SDN Sidodadi II pada Senin (3/8/2026). Program ini bertujuan memberikan media pembelajaran kepada siswa agar lebih mudah mengenali berbagai jenis tanaman yang ada di lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak usia dini.
Ketua Pelaksana Bidang Garap Lingkungan, Anindya Azmi, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun sekolah.
Sementara itu, Tantri Cahyati, mahasiswi KKN-BBK 8 Universitas Airlangga, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator meningkatnya kepedulian warga terhadap pengelolaan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir, bahkan melebihi target undangan. Harapan kami, program ini tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga Kelurahan Sidodadi II menjadi kawasan yang lebih bersih, hijau, dan mampu mengurangi timbulan sampah melalui pengelolaan sampah organik secara mandiri,” ujar Tantri Cahyati.
Program ini mendapat dukungan dari Ketua RW 01, 06, 07, Kader Surabaya Hebat (KSH), para perwakilan RT, masyarakat Kelurahan Sidodadi II, serta pihak SDN Sidodadi II.
Seluruh rangkaian kegiatan juga didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN-BBK 8 Universitas Airlangga, Dr. R. M. Moh. Qudsi Fauzi, Drs., M.M.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, sekolah, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya menciptakan Kelurahan Sidodadi II yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi lingkungan di sekolah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sampah organik, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui peningkatan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Editor : Iwan Iwe



















