SIDOARJO - Sebanyak 27 korban keracunan yang diduga disebabkan MBG masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo. Korban yang merupakan santri pondok pesantren Manba’ul Hikam Tanggulangin ini mengeluh pusing, mual, muntah dan diare.
Salah satu korban adalah Muhammad Rayhan siswa kelas 7 pondok pesantren Manba’ul Hikam ditemui wartawan portaljtv.com hari ini (03/09/2026). Siswa yang baru dua bulan masuk pondok ini mengaku ikut menyantap menu MBG yang berisi orek telur, sayur kacang tempe dan buah apel.
Meski banyak temannya yang sakit setelah mengkonsumsi MBG pada Selasa sore (01/09/2026) namun dirinya baru merasakan gejala keracunan pada Rabu paginya sehingga korban dirujuk ke RSUD Notopuro pada Rabu siang.
Ayah korban Supa’at mengaku anaknya dirujuk ke RSUD Notopuro Sidoarjo karena mengeluh pusing dan lemas. Orang tua korban berharap tidak ada lagi korban keracunan MBG.
Sementara korban sendiri merasa trauma setelah mengalami keracunan usai menyantap MBG. Dirinya juga tidak mau lagi mengkonsumsi MBG karena takut menjadi korban keracunan lagi.
Akibat kejadian ini SPPG Kalitengah Tanggulangin Sidoarjo yang menyediakan menu MBG terpaksa dihentikan operasionalnya. Penyelidikan dan pemeriksaan penyebab keracunan masih dilakukan pihak kepolisian, BGN dan Pemkab Sidoarjo.
Editor : Ferry Maulina



















