Menu
Pencarian


Sains di Balik ASMR: Kenapa Suara Ketukan & Bisikan Bikin Otak Merasa "Geli" dan Rileks?

Portaljtv.com - Jumat, 14 Agustus 2026 14:24
Sains di Balik ASMR: Kenapa Suara Ketukan & Bisikan Bikin Otak Merasa "Geli" dan Rileks?
Autonomous Sensory Meridian Response

Suara ketukan lembut di atas kayu, bisikan pelan lewat mikrofon, hingga dentingan tuts keyboard mekanik video-video semacam ini ditonton miliaran kali di YouTube dan TikTok setiap tahunnya, dijadikan "obat" pengantar tidur sekaligus teman belajar oleh jutaan orang di seluruh dunia. Fenomena ini dikenal dengan istilah ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response), dan ternyata bukan sekadar tren internet biasa ada penjelasan ilmiah nyata di baliknya.

Secara sederhana, ASMR adalah sensasi geli menyenangkan yang dimulai dari kulit kepala, menjalar turun ke leher hingga tulang belakang bagian atas, umumnya dipicu oleh rangsangan visual maupun audio tertentu. Sensasi ini bersifat involunter muncul begitu saja, mirip seperti merinding mendengar musik yang menyentuh. Menariknya, para ahli menyebut respons ini sebagai reaksi paradoks: membuat seseorang merasa rileks sekaligus sedikit "excited" di saat bersamaan, sehingga ASMR kerap dijuluki sebagai "pijatan otak". 

Penelitian pencitraan otak pertama yang meneliti fenomena ini menemukan bahwa area otak yang paling aktif saat seseorang mengalami sensasi ASMR adalah nucleus accumbens, korteks prefrontal medial, insula, dan korteks somatosensori sekunder wilayah otak yang sama juga aktif saat seseorang mengalami ikatan sosial atau merinding karena musik. Riset lain menemukan bukti fisiologis bahwa ASMR mampu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yakni sistem yang bertanggung jawab menenangkan tubuh membuktikan bahwa efek relaksasi dari ASMR bukan sekadar sugesti, melainkan respons tubuh yang bisa diukur secara nyata.

Studi terbaru bahkan menemukan manfaat kognitif dari paparan ASMR: partisipan yang mendengarkan stimulus ASMR berbasis suara alam selama lima menit menunjukkan peningkatan signifikan dalam tes fungsi eksekutif otak dan daya ingat, disertai perubahan aktivitas gelombang otak serta variabilitas detak jantung yang menandakan aktivitas sistem saraf parasimpatis yang meningkat.

Setiap orang memiliki pemicu ASMR yang berbeda-beda, namun beberapa jenis rangsangan paling umum digunakan kreator konten meliputi bisikan lembut, suara ketukan pada berbagai permukaan benda (tapping), gerakan tangan yang lambat dan terarah, suara kertas atau bungkus yang diremas (crinkling), hingga suara-suara mulut seperti kunyahan pelan atau gumaman. Riset juga menunjukkan bahwa video dengan kombinasi audio dan visual cenderung menghasilkan sensasi geli yang lebih kuat dibanding audio saja menjelaskan mengapa banyak kreator ASMR kini menggabungkan visual close-up dengan suara berkualitas tinggi berbasis rekaman binaural atau spatial audio, teknik perekaman yang menciptakan ilusi suara datang dari berbagai arah seolah pendengar benar-benar berada di lokasi rekaman.

Bagi yang ingin mencoba, beberapa genre konten audio berikut tengah digandrungi sebagai teman tidur maupun fokus belajar: rekaman hujan format 8D yang menciptakan efek suara mengelilingi ruang, suara ketukan tuts keyboard mekanik yang berirama, ambient sound suasana kafe atau perpustakaan untuk menemani sesi belajar, hingga video roleplay perhatian personal (personal attention ASMR) yang menyimulasikan interaksi menenangkan seperti perawatan wajah atau potong rambut secara virtual.

Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, popularitas ASMR dan konten audio ambient menunjukkan bahwa banyak orang tengah mencari cara sederhana namun efektif untuk menenangkan pikiran. Dengan dukungan bukti ilmiah yang terus berkembang, konten-konten ini bukan lagi sekadar hiburan digital semata, melainkan salah satu bentuk relaksasi modern yang benar-benar bekerja secara fisiologis di dalam tubuh dan otak penontonnya. (Naswa Thalita Zada)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.