JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI serta Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026) pagi. Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.10 WIB dan disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta para pimpinan lembaga tinggi negara. Dalam pidatonya, Kepala Negara memaparkan hasil nyata dari pelaksanaan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan terakhir demi menyelesaikan berbagai persoalan mendasar bangsa.
Pidato kenegaraan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pembangunan nasional yang berfokus pada kemandirian bangsa. Berikut adalah lima capaian strategis serta poin penting pemerintahan yang telah kami rangkum:
1. Penegasan Kembali Sumpah Jabatan untuk Rakyat
Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan mengingatkan kembali sumpah jabatan yang diucapkannya pada 20 Oktober 2024. Ia menegaskan komitmennya untuk memimpin negeri dengan kejujuran serta mengutamakan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga : Buku Pelajaran SD hingga SMA Akan Diperbarui, Prabowo Soroti Kualitas dan Ukuran Tulisan
"Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia," tegas Presiden Prabowo.
Ia juga menyatakan bahwa mandat yang ia terima dari rakyat adalah untuk menyelesaikan masalah secara nyata, bukan mencari alasan atas kegagalan. "Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan rakyat," ujar Presiden.
2. Penerapan 121 Kebijakan Transformatif secara Cepat
Selama 21 bulan memimpin atau tepatnya dalam 663 hari kerja, pemerintah telah menetapkan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah rata-rata melahirkan satu kebijakan baru untuk membawa perubahan setiap lima hari sekali demi menyelesaikan masalah-masalah negara yang rumit.
Presiden menjelaskan bahwa langkah cepat ini dapat terwujud berkat keberanian mengambil keputusan dan gotong royong seluruh komponen bangsa. "Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," ungkap Presiden.
3. Keberhasilan Swasembada Delapan Komoditas Pangan Utama
Baca Juga : Prabowo Tunjuk Sudaryono Pimpin BGN, Gantikan Nanik S. Deyang
Di sektor pertanian, Indonesia mencatatkan kemajuan besar dengan meraih swasembada pada delapan komoditas pangan pokok dalam waktu satu tahun. Pencapaian ini diraih jauh lebih cepat dari target awal pemerintah yang diproyeksikan memakan waktu empat hingga lima tahun. Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Guna menunjang keberhasilan sektor pangan ini, pemerintah juga mengambil langkah dengan menghapus 145 aturan yang menghambat penyaluran pupuk serta menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Kebijakan ini berdampak pada peningkatan laba bersih PT Pupuk Indonesia hingga mencapai 252,8 persen.
4. Mewujudkan Swasembada Solar dan Menghemat Devisa Negara
Baca Juga : Gubernur Khofifah bersama Pimpinan Ormas Islam Siap Perkuat Harmoni Bangsa
Pemerintah berhasil mewujudkan kemandirian di sektor energi melalui program pembuatan bahan bakar diesel dengan campuran biodiesel B50. Langkah strategis ini berdampak besar pada pengurangan ketergantungan impor energi nasional.
Sejak tanggal 1 Juli 2026, Indonesia tercatat sudah tidak lagi melakukan impor bahan bakar solar dari luar negeri. Langkah mandiri ini berhasil menyelamatkan devisa negara dalam jumlah besar, yakni mencapai Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.
5. Penguatan Sektor Sosial, Pendidikan, dan Kesehatan
Baca Juga : Sekolah Ambruk, Siswa SDN Tlagah 2 Bangkalan Minta Bantuan Presiden
Selain fokus pada pangan dan energi, pemerintah juga memperluas jangkauan berbagai program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat bawah. Beberapa program nyata yang telah berjalan meliputi:
- Pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih untuk masyarakat pesisir.
- Pengoperasian 10.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi desa.
- Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar.
- Perbaikan infrastruktur sebanyak 71.744 bangunan sekolah pada tahun 2026.
- Perluasan jangkauan program Cek Kesehatan Gratis yang kini telah dinikmati oleh 108 juta warga.
Meski mencatatkan banyak kemajuan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh cepat merasa puas diri karena masih banyak persoalan besar yang harus diselesaikan. Masalah-masalah seperti kemiskinan, mutu pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, hingga penertiban aktivitas pertambangan ilegal dan penyelundupan masih menjadi tantangan berat bagi pemerintah.
"Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia," pungkas Presiden Prabowo di akhir pidatonya.
Acara kenegaraan tahunan ini turut dihadiri oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Hadir pula para duta besar negara sahabat, pimpinan lembaga tinggi negara, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang mengikuti jalannya sidang dengan penuh khidmat. (Cahya Hafid Abdillah)
Editor : Iwan Iwe



















