SURABAYA - Airlangga Executive Education Center (AEEC UNAIR) menggelar webinar eksekutif gratis bertajuk "Digital Leadership di Era Digital dan AI" pada Jumat, (14/10/2026). Webinar ini menghadirkan dua guru besar Universitas Airlangga, yaitu Prof. Dr. Gancar C. Premananto, CDM., QCRO., AIBIZ., CESGI, Guru Besar Bidang Sustainable Consumer Behaviour yang membahas sisi digital mastering, serta Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., Psikolog, Ketua Airlangga Assessment Center sekaligus Guru Besar Bidang Psikologi Klinik dan Kesehatan Mental yang mengangkat isu kesehatan mental di tempat kerja.
Dalam paparannya, kedua narasumber menegaskan bahwa percepatan otomasi dan digitalisasi telah mengubah struktur pekerjaan secara signifikan. Sejumlah profesi seperti teller bank dan tukang pos disebut mulai berkurang bahkan menghilang akibat perkembangan teknologi. Kondisi ini mendorong individu maupun organisasi untuk terus memperkuat kompetensi digital agar tetap relevan dan mampu bersaing. Meski begitu, webinar ini menekankan bahwa adaptasi digital tidak berarti seluruh aspek kehidupan harus sepenuhnya dialihkan ke ranah digital, karena manusia tetap membutuhkan aktivitas sensorik dan motorik untuk menjaga keseimbangan psikologis serta kemampuan berpikir analitis.
Topik ini dinilai penting karena transformasi digital yang berlangsung cepat turut membawa tekanan baru bagi pekerja, mulai dari beban kerja berlebih, target tinggi, konflik, ketidakjelasan peran, hingga ketidakseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Jika dibiarkan berlarut, tekanan tersebut berpotensi berkembang menjadi burnout, kecemasan, dan gangguan fungsi kerja. Karena itu, kedua narasumber menegaskan bahwa kesejahteraan karyawan bukan lagi sekadar urusan individu, melainkan bagian dari agenda strategis kepemimpinan karena berdampak langsung pada kinerja dan keberlanjutan organisasi.
Sebagai solusi, webinar menekankan pentingnya organisasi membangun ekosistem kerja yang sehat melalui beban kerja yang sesuai kapasitas, sistem penghargaan yang seimbang, komunikasi yang harmonis, serta akses terhadap layanan seperti Employee Assistance Program (EAP). Selain itu, kolaborasi lintas keahlian antara sumber daya manusia di bidang IT dengan bidang lainnya juga dinilai semakin penting untuk menghasilkan solusi yang lebih relevan di tengah perubahan zaman.
Baca Juga : Menjalin Silaturahmi, Menebar Dampak: Gala Dinner IKAFE UNAIR 2026 dan Komitmen Bagi Generasi Penerus
Webinar ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan digital yang efektif bukan diukur dari seberapa cepat organisasi mengadopsi teknologi, melainkan dari kemampuan menyeimbangkan penguasaan teknologi, penguatan kompetensi, dan perlindungan kesejahteraan manusia. Adaptasi terhadap era digital, menurut AEEC, pada akhirnya bergantung pada kemampuan manusia untuk terus belajar, berkolaborasi, menjaga keseimbangan, dan melakukan penyesuaian secara berkelanjutan. (Naswa Thalita Zada)
Editor : Iwan Iwe



















