MAGETAN - Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan besek bambu di Kabupaten Magetan mengalami peningkatan signifikan. Wadah tradisional berbahan anyaman bambu tersebut masih menjadi pilihan masyarakat untuk membagikan daging kurban, terutama di tengah naiknya harga plastik dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah.
Di Desa Durenan, Kecamatan Plaosan, aktivitas para perajin besek terlihat semakin sibuk dalam beberapa pekan terakhir. Suara anyaman bilah bambu terdengar dari rumah-rumah produksi yang kini kebanjiran pesanan dari berbagai daerah.
Besek bambu dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik. Selain itu, wadah tradisional ini juga dianggap lebih kuat dan mampu menjaga kualitas daging kurban tetap baik.
Rongga pada anyaman bambu memungkinkan sirkulasi udara berjalan lebih optimal sehingga kadar air pada daging berkurang dan tidak mudah lembap seperti saat menggunakan plastik.
Salah satu ukuran besek yang paling banyak diminati yakni ukuran 14 x 15 sentimeter. Dalam satu ikat berisi 30 pasang besek dijual dengan harga sekitar Rp40 ribu.
Menjelang Idul Adha tahun ini, permintaan besek meningkat lebih dari 50 persen dibanding hari biasa. Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Magetan, tetapi juga dari sejumlah daerah di wilayah Madiun Raya hingga Blora, Jawa Tengah.
“Kalau menjelang Idul Adha pesanan memang meningkat tajam. Banyak yang pesan untuk wadah pembagian daging kurban karena sekarang plastik mahal dan masyarakat mulai memilih yang ramah lingkungan,” ujar Endah Desi, perajin besek bambu di Desa Durenan.
Menurutnya, para perajin bahkan harus menambah jam kerja untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan setiap hari.
Bagi para perajin, momentum Idul Adha menjadi salah satu musim panen yang paling dinantikan karena mampu meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Di tengah modernisasi dan maraknya penggunaan kemasan plastik, besek bambu tetap mampu bertahan sebagai produk tradisional yang memiliki nilai fungsi sekaligus nilai budaya.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi perajin, penggunaan besek bambu juga dinilai menjadi langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik di masyarakat, khususnya saat momentum pembagian daging kurban.
Editor : JTV Madiun

















