SURABAYA - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kelurahan Semolowaru dengan meluncurkan Program Kampung Bahasa. Prosesi pembukaan yang menandai dimulainya kolaborasi edukatif ini digelar di balai kelurahan setempat, Senin (18/5/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran dosen FIB, mahasiswa yang akan bertindak sebagai pengajar, serta puluhan perwakilan warga Kelurahan Semolowaru yang tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara. Program ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat urban berbasis kemampuan komunikasi internasional.
Dekan FIB Untag Surabaya, Dr. Pariyanto, M.Ed., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemerataan akses kemampuan berbahasa asing di kota besar seperti Surabaya. Dr. Pariyanto mengaku terinspirasi dari kesuksesan Kampung Inggris yang ada di Pare, Kediri.
"Kami berharap agar seperti Pare, Surabaya juga mampu memiliki kampung-kampung berbahasa yang aktif, hidup, dan mandiri," ujar Dr. Pariyanto.
Dr. Pariyanto turut menambahkan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap guna memastikan penyerapan materi yang optimal di tengah masyarakat.
"Nantinya dosen dan mahasiswa akan mengajarkan bahasa Inggris kepada warga, lalu dilihat bagaimana respon serta perkembangannya. Apabila terbukti meningkat kualitas warga, maka kami akan mulai memperluas program dengan mengajarkan bahasa Jepang sebagai langkah berikutnya," jelasnya.
Dukungan penuh terhadap program pengabdian ini juga disampaikan oleh pihak rektorat. Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan catur dharma universitas.
"Untag Surabaya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan serius, termasuk pengabdian kepada masyarakat seperti ini. Maka dari itu, kami harap kerja sama ini harus saling menguntungkan. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium sosial untuk mengasah kepekaan dan keterampilan mengajar, sementara bagi warga, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi," tegas Dr. Sumiati.
Sementara itu, pihak Kelurahan Semolowaru menyambut gembira dan siap memfasilitasi seluruh kebutuhan program ini demi kemajuan warganya. Lurah Semolowaru, Kenny Pieter Tupamahu, S.STP., MM., mengucapkan terima kasih kepada FIB Untag Surabaya atas program Kampung Bahasa.
"Semangat belajar warga harus terus bertambah dengan hadirnya program ini. Semoga nantinya perekonomian warga semakin naik karena adanya kemampuan bahasa asing ini. Di era global, menguasai bahasa asing adalah kunci utama untuk membuka peluang usaha baru, memperluas jaringan UMKM, dan meningkatkan daya saing kerja masyarakat kami," pungkas Kenny di akhir sambutannya.
Melalui Program Kampung Bahasa ini, FIB Untag Surabaya dan Kelurahan Semolowaru berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan urban yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















