SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat revitalisasi pasar tradisional guna menciptakan pasar yang lebih bersih, nyaman, dan tertata. Hingga pertengahan Mei 2026, sejumlah pasar menjadi prioritas perbaikan di antaranya Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Wonokromo, Pasar Baru, hingga Pasar Simo Gunung. Program ini dilakukan untuk mengubah citra pasar tradisional yang selama ini identik dengan kondisi becek, bau, dan semrawut.
Dalam program “Rujak Suroboyo” yang tayang di JTV pada Kamis (07/05/26), Direktur Utama PT Pasar Surya Surabaya, Agus Priyo, mengatakan revitalisasi difokuskan pada pembenahan fasilitas utama seperti atap, lantai, drainase, hingga sistem kebersihan pasar. Menurutnya, pasar tradisional harus tetap dipertahankan dengan konsep yang lebih nyaman tanpa menghilangkan interaksi sosial khas pasar rakyat.
“Harapannya memang betul pasar tradisional tidak dihilangkan begitu saja, namun dirubah image-nya dari yang tadi kurang bagus menjadi pasar yang bagus. Jadi interaksi sosial di pasar itu jauh lebih mahal daripada harga produk. Karena itu pasar harus bersih, tertata, dan nyaman,” ujar Agus Priyo.
Selain pembenahan fisik, PT Pasar Surya juga mulai menerapkan digitalisasi pembayaran retribusi menggunakan QRIS. Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan pasar menjadi lebih modern dan praktis tanpa meninggalkan budaya tawar-menawar yang menjadi ciri khas pasar tradisional.
Baca Juga : Revitalisasi Pasar Tradisional Surabaya, Ben Gak Kemproh lan Tetep Ramai Pengunjung
Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, menegaskan pasar rakyat memiliki peran penting dalam menjaga ekonomi kerakyatan. Karena itu, revitalisasi dinilai perlu dilakukan agar masyarakat kembali tertarik berbelanja di pasar tradisional.
“Pasar rakyat ini harus dipertahankan. Tapi jangan sampai pasar rakyat diberi label mambu, kotor, jembrot, becek. Makanya kita revitalisasi agar pasarnya bersih sehingga generasi berikutnya mau datang ke pasar tradisional, bukan hanya ke supermarket,” kata Baktiono.
Di sisi lain, para pedagang menyambut positif program revitalisasi meski masih berharap adanya tambahan fasilitas pendukung seperti kipas angin, area parkir, dan penataan stan yang lebih nyaman. Pedagang juga berharap revitalisasi tidak membuat omzet mereka menurun di tengah persaingan dengan toko modern dan penjualan online.
Baca Juga : Harga Pangan Jatim Hari Ini: Cabai Rawit Melonjak, Daging Ayam Naik Tipis
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DPD Surabaya, Bambang Supriadi, menyebut revitalisasi pasar memang sudah lama dinantikan pedagang. Menurutnya, kondisi pasar yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan utama agar aktivitas perdagangan tetap berjalan baik.
“Pasar yang aman, nyaman, dan bersih itu memang impian semua pedagang sejak dulu. Karena sekarang persaingan juga semakin berat dengan toko modern dan penjualan online, jadi pasar tradisional harus benar-benar dibenahi,” ungkap Bambang.
Sementara itu, akademisi ekonomi UNTAG Surabaya, Arga Sitohang, menilai revitalisasi pasar dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Selain meningkatkan kualitas layanan pasar, program tersebut juga dinilai mampu memperkuat UMKM serta menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya.
Baca Juga : Harga Pangan Jatim Hari Ini: Cabai Besar Naik Saat May Day, Beras Stabil
“Adanya revitalisasi pasar ini nantinya bisa meningkatkan daya saing pasar tradisional yang selama ini tergerus pasar modern. Ini penting untuk menjaga eksistensi ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat UMKM lokal,” tutur Arga.
Melalui revitalisasi bertahap tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berharap pasar tradisional tetap menjadi pusat perdagangan rakyat yang bersih, sehat, nyaman, dan mampu bersaing di tengah modernisasi perdagangan. (Amellia Ciello)
Baca Juga : Harga Cabai Besar Naik, Cabai Rawit Turun, Ini Perkembangan Harga Pangan Jatim Hari Ini
Editor : Iwan Iwe



















