KOTA MADIUN - Suasana duka menyelimuti rumah duka almarhum Andy Kristiantono atau yang akrab disapa Andie Peci di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jumat. Tokoh Bonek sekaligus salah satu penggerak penyelamatan Persebaya itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepergian Andie Peci mengundang belasungkawa dari berbagai kalangan. Sejak kabar wafatnya tersebar, ribuan pelayat datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir. Tidak hanya keluarga dan warga sekitar, ratusan Bonek dari berbagai daerah turut memadati rumah duka dengan mengenakan atribut hijau dan hitam sebagai simbol kecintaan kepada almarhum.
Di sepanjang akses menuju rumah duka, puluhan karangan bunga ucapan belasungkawa berjejer. Ucapan duka datang dari berbagai komunitas suporter, organisasi, hingga rekan-rekan almarhum di dunia aktivisme. Semasa hidupnya, Andie Peci juga dikenal sebagai Sekretaris Jenderal KASBI Jawa Barat.
Ketua Yayasan Bonek Indonesia, Siti Rafika Hardhiansari, mengatakan Andie Peci merupakan sosok yang memiliki dedikasi besar bagi Persebaya dan komunitas Bonek.
Baca Juga : Persebaya Berduka Atas Meninggalnya Andie Peci
"Almarhum adalah sosok yang sangat peduli terhadap Persebaya dan keluarga besar Bonek. Semangat, loyalitas, serta perjuangannya akan selalu kami kenang dan menjadi teladan bagi generasi suporter berikutnya," ujar Siti Rafika Hardhiansari.
Bagi keluarga besar Persebaya, nama Andie Peci memiliki tempat tersendiri dalam sejarah klub. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang turut mengawal perjuangan penyelamatan Persebaya saat menghadapi konflik dualisme pada 2017.
Usai prosesi penghormatan terakhir di rumah duka, jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Kelapa Sari, Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, untuk dimakamkan. Ribuan pelayat mengiringi perjalanan terakhir almarhum sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya bagi Persebaya serta komunitas Bonek.
Editor : JTV Madiun



















